Market Snapshot
GBP/USD diperdagangkan dekat 1,3330 dan kembali melemah setelah jeda singkat. AUD/USD turun ke sekitar 0,6990 karena permintaan naik untuk aset yang dianggap safe haven (aset “tempat aman” saat pasar takut, misalnya Dolar AS atau emas). Emas diperdagangkan di $5,066 dan menghapus kenaikan sebelumnya saat Dolar menguat. Kalender data mencakup pesanan pabrik Jerman, perubahan tenaga kerja dan PDB Zona Euro (Q4/kuartal 4), laporan laba perusahaan AS, tingkat partisipasi (participation rate, persentase orang usia kerja yang bekerja atau aktif mencari kerja), Nonfarm Payrolls, penjualan ritel, tingkat U6 (ukuran pengangguran yang lebih luas, termasuk pekerja paruh waktu yang ingin kerja penuh dan yang baru berhenti mencari kerja), serta tingkat pengangguran, plus Ivey PMI Kanada (survei aktivitas bisnis/manufaktur). Emas umum dipakai sebagai penyimpan nilai, pelindung dari inflasi, dan perlindungan saat mata uang melemah. Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan terbesar yang pernah tercatat. Cerita pasar bergeser besar dalam 12 bulan terakhir, karena pasar tenaga kerja AS kini mulai mendingin. Laporan Nonfarm Payrolls terbaru untuk Februari 2026 berada di 175.000 dan tingkat pengangguran naik ke 4,0%. Federal Reserve memberi sinyal perubahan arah menuju kemungkinan pemangkasan suku bunga akhir tahun ini. Bagi trader derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset lain seperti indeks/mata uang), ini berarti keyakinan untuk posisi beli opsi call Dolar AS (call option, hak membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) melemah, dan strategi seperti membeli put DXY (put option, hak menjual; DXY adalah indeks Dolar AS) dapat dipakai untuk mengambil posisi bila Dolar melemah lanjut.Trading Implications
Premi risiko geopolitik pada minyak (tambahan harga karena risiko konflik) juga mereda sejak awal 2025, seiring ketegangan di Selat Hormuz menurun. Minyak mentah kini diperdagangkan lebih dekat ke $82 per barel, lebih dipengaruhi pengelolaan pasokan OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya yang mengatur produksi) daripada konflik. Ini menunjukkan volatilitas (naik-turun harga) lebih rendah, sehingga strategi seperti menjual covered call pada futures minyak (covered call, menjual opsi call sambil memiliki aset dasarnya; futures/kontrak berjangka, perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) menarik untuk menghasilkan pendapatan di pasar yang lebih “range-bound” (bergerak dalam kisaran). Saat Dolar AS kehilangan daya tarik dan pemangkasan suku bunga makin mungkin, emas kembali berperan sebagai safe haven. Setahun lalu, emas kesulitan melawan Dolar bahkan di $5,066; sekarang mendapat dukungan di sekitar $5,250 karena proyeksi suku bunga lebih rendah. Kondisi ini membuat membeli opsi call emas atau kontrak futures menjadi menarik, apalagi bank sentral dunia terus menambah cadangan hingga akhir 2025, menciptakan permintaan stabil. Melihat pasangan mata uang, pergerakan Euro berubah dari taruhan kenaikan suku bunga ECB menjadi fokus pada kinerja ekonomi relatif dibanding AS. AUD/USD yang turun tajam ke 0,6990 saat sentimen risk-off (investor menghindari aset berisiko) tahun lalu, kemudian pulih saat ketakutan mereda dan kini lebih sensitif pada data ekonomi Tiongkok. Ini berarti posisi bearish murni (taruhan harga turun) seperti awal 2025 kurang relevan, dan trader dapat mempertimbangkan strategi opsi yang untung dari pergerakan dalam kisaran pada EUR/USD atau mengambil peluang kenaikan kecil pada Aussie. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.