Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Lokal
FXStreet mengubah harga emas internasional menjadi harga di Filipina dengan memakai kurs USD/PHP (nilai tukar Dolar AS terhadap Peso Filipina) dan satuan ukuran setempat. Harga diperbarui setiap hari saat artikel diterbitkan dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda. Emas secara historis digunakan sebagai penyimpan nilai (aset untuk menjaga nilai kekayaan) dan alat tukar. Emas juga dipakai untuk perhiasan dan sering dibeli saat pasar sedang tegang, saat inflasi (kenaikan harga barang secara umum), atau saat mata uang melemah. Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Mereka menambah 1.136 ton senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi yang pernah tercatat. Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham, dan cenderung naik saat suku bunga turun.Pendorong Pasar Dan Prospek Jangka Pendek
Harga emas menunjukkan kekuatan, naik terhadap mata uang seperti Peso Filipina. Pergerakan ini terutama terkait melemahnya Dolar AS, yang turun 2% dalam sebulan terakhir terhadap keranjang mata uang utama (gabungan beberapa mata uang besar sebagai pembanding). Ini kami lihat sebagai indikator utama arah logam mulia (emas) dalam waktu dekat. Bank sentral tetap menjadi pembeli besar, dengan laporan penambahan 85 ton ke cadangan mereka (simpanan aset bank sentral) secara global hanya pada Januari 2026. Permintaan yang berkelanjutan ini, mirip dengan pembelian besar pada 2022 dan 2023, memberi “lantai” kuat bagi pasar (dukungan harga agar tidak mudah turun). Ini menunjukkan pelaku institusi (lembaga besar seperti bank sentral) masih melakukan lindung nilai (hedging: pengamanan risiko) terhadap ketidakpastian ekonomi. Pasar kini memperkirakan peluang 60% bahwa Federal Reserve AS (bank sentral AS) akan memangkas suku bunga pada kuartal ketiga, setelah komentar “dovish” minggu lalu (dovish: cenderung mendukung suku bunga lebih rendah). Karena emas adalah aset tanpa imbal hasil (tidak memberi bunga), emas menjadi lebih menarik saat suku bunga diperkirakan turun. Perubahan perkiraan kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait uang beredar dan suku bunga) ini menjadi pendorong utama pandangan kami saat ini. Dengan faktor-faktor ini, kami menilai posisi beli (long: mendapat untung jika harga naik) pada derivatif emas (produk turunan yang nilainya mengikuti emas, misalnya opsi atau kontrak berjangka) layak dipertimbangkan dalam beberapa minggu ke depan. Membeli opsi beli (call option: hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike price (harga patokan eksekusi) 5–7% di atas level saat ini, dengan jatuh tempo pada kuartal kedua atau ketiga, bisa menangkap potensi kenaikan. Strategi ini memberi peluang keuntungan bila tren naik berlanjut, sambil membatasi risiko maksimum. Untuk pendekatan yang lebih hemat biaya, bull call spread (strategi opsi: beli call dan jual call lain pada strike lebih tinggi untuk menurunkan biaya awal) bisa dipertimbangkan agar premi (biaya opsi di awal) lebih kecil. Volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) meningkat, dengan Gold Volatility Index/GVZ (indeks yang mengukur volatilitas tersirat pada opsi emas) naik ke level tertinggi tiga bulan minggu lalu. Kondisi ini membuat harga opsi berubah cepat, tetapi juga bisa memberi peluang. Kami juga memantau korelasi terbalik dengan aset berisiko (kecenderungan bergerak berlawanan arah), yang tampaknya tetap kuat. S&P 500 (indeks saham utama AS) bergerak mendatar selama dua minggu terakhir, menunjukkan kehati-hatian investor mulai muncul. Ini berbeda dari reli risk-on (periode investor berani mengambil risiko) yang terlihat pada akhir 2025, ketika emas mendapat tekanan besar. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.