Ekspektasi Inflasi Dan Perdagangan China
Mereka juga memperkirakan pertumbuhan ekspor gabungan Januari–Februari akan lebih cepat dibanding Desember, dengan impor juga menguat. Prospek ini didasarkan pada siklus bisnis global yang membaik, dipimpin sektor teknologi dan AI (kecerdasan buatan). Kami melihat sinyal siklus ekonomi yang lebih kuat mulai muncul dari China, didorong oleh perkiraan inflasi yang kembali naik dan angka perdagangan yang lebih baik. Ini memberi prospek yang lebih optimistis dan mendorong pelaku pasar menimbang posisi beli. Trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset lain) bisa mempertimbangkan membeli opsi call (hak membeli aset pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada indeks saham utama China, seperti FTSE China A50, untuk mengantisipasi kenaikan dalam beberapa minggu ke depan. Pandangan ini didukung data terbaru: Caixin Manufacturing PMI (indeks manajer pembelian sektor manufaktur, indikator aktivitas pabrik) untuk Februari 2026 baru dirilis, berada di 51,2 dan menandakan ekspansi (pertumbuhan; PMI di atas 50 berarti aktivitas meningkat). Pola serupa terlihat pada akhir 2024, ketika PMI yang konsisten di atas 50 diikuti kenaikan harga logam industri. Karena itu, membangun posisi lewat kontrak futures long (kontrak berjangka posisi beli, yaitu kesepakatan membeli di harga tertentu untuk masa depan) pada komoditas seperti tembaga, yang baru melewati $9.000 per ton, bisa menjadi cara langsung memanfaatkan perkiraan naiknya permintaan industri.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.