Penghindaran Risiko Mendorong Permintaan Dolar
Dalam sepekan, Pound sempat menyentuh level terendah tiga bulan di dekat 1.3250 terhadap Dolar sebelum pulih sedikit, namun tetap menutup pekan lebih rendah. Dolar menguat karena pasar beralih ke aset safe-haven (aset “tempat berlindung”: aset yang biasanya lebih dicari saat kondisi tidak pasti, seperti Dolar AS) saat serangan Amerika Serikat–Israel ke Iran dan meningkatnya kekhawatiran pasar secara luas. Konflik meluas setelah Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Force: militer Israel) menyerang target Hizbullah di Beirut dan di berbagai wilayah Lebanon setelah terjadi tembakan roket. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan pasukan Inggris merespons dugaan serangan drone (drone: pesawat tanpa awak) ke pangkalan militernya di Siprus. Trump mengatakan serangan akan berlanjut sampai tujuan AS tercapai. Ia juga mengatakan AS akan merespons jika ada serangan terhadap kedutaan besarnya di Riyadh dan jika ada kematian personel militer AS dalam konflik Iran.Strategi dan Latar Makro
Kelemahan Pound bukan hanya soal Dolar, karena data terbaru menunjukkan inflasi Inggris masih sulit turun (sticky: lambat turun/bertahan tinggi) di 2,8% untuk Februari 2026. Ini membuat Bank of England (bank sentral Inggris) berada dalam posisi sulit: ragu menaikkan suku bunga lagi karena bisa memicu resesi (resesi: perlambatan ekonomi yang berat). Ketidakpastian ini membuat posisi beli (long position: membeli dengan harapan harga naik) pada Sterling berisiko secara dasar (fundamental: terkait kondisi ekonomi dan kebijakan). Sebaliknya, ekonomi AS masih terlihat kuat, dengan data Non-Farm Payrolls (NFP: laporan jumlah pekerjaan baru di AS di luar sektor pertanian) terbaru menambah 250.000 pekerjaan. Kekuatan ini mendukung sikap Federal Reserve (bank sentral AS) saat ini dan memperkuat daya tarik Dolar sebagai mata uang cadangan dunia (reserve currency: mata uang yang banyak disimpan dan dipakai secara global untuk transaksi dan cadangan). Karena itu, setiap kenaikan GBP/USD kemungkinan dianggap sebagai peluang untuk jual atau membuka posisi jual (short position: menjual dengan harapan harga turun) menggunakan futures (kontrak berjangka: perjanjian membeli/menjual aset di harga tertentu pada waktu tertentu). Bagi yang ingin bersiap untuk penurunan lanjutan sambil menekan biaya, strategi put spread bearish pada GBP/USD bisa efektif. Ini berarti membeli opsi put (opsi jual: hak untuk menjual pada harga tertentu) pada strike (harga kesepakatan) yang lebih tinggi dan menjual opsi put pada strike yang lebih rendah. Strategi ini membatasi potensi untung, tetapi menurunkan biaya awal (premium: biaya untuk membeli opsi) secara signifikan. Strategi ini memberi risiko yang sudah jelas (defined-risk: kerugian maksimum dapat dihitung sejak awal) untuk memanfaatkan sentimen pasar yang sedang terjadi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.