Poin-poin Penting Metrik Operasional
Total throughput (volume bahan baku yang diproses kilang) refining feedstocks (bahan baku untuk pengolahan minyak di kilang) adalah 190900 juta barel minyak, dibanding estimasi rata-rata 189129,2 dari tiga analis. Throughput Hawaii adalah 87,10 MMBBL/D (juta barel per hari) versus 85,96, Washington 37,00 versus 36,08, Wyoming 14,40 versus 15,53, dan Montana 52,40 versus 51,55. Adjusted gross margin per barrel (margin kotor per barel yang sudah disesuaikan, yaitu selisih pendapatan dan biaya langsung per barel setelah penyesuaian tertentu) di kilang Washington adalah $8,32 dibanding estimasi dua analis $6,39. Production costs per barrel (biaya produksi per barel) adalah $13,27 di Wyoming versus $10,25, $4,57 di Washington versus $4,08, dan $4,15 di Hawaii versus $4,70. Pendapatan refining (pendapatan dari bisnis pengolahan minyak di kilang) adalah $1,75 miliar versus estimasi $1,57 miliar, dan turun 1,2% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan retail (penjualan ritel, misalnya di SPBU) adalah $142,28 juta versus $145,87 juta, naik 0,5%, dan pendapatan logistics (logistik, seperti penyimpanan/transportasi) adalah $73,71 juta versus $74 juta, turun 4,9%. Kinerja operasional yang kuat terlihat terutama dari margin kotor yang tinggi di kilang Washington. Ini menunjukkan perusahaan bisa memanfaatkan kondisi pasar yang mendukung. Data terbaru menunjukkan benchmark 3:2:1 crack spread (patokan selisih nilai produk hasil kilang dibanding minyak mentah; kira-kira 3 barel minyak mentah diolah menjadi 2 barel bensin dan 1 barel solar) melebar menjadi di atas $30 per barel dalam sebulan terakhir, sehingga potensi laba yang kuat memang ada.Pertimbangan Strategi Opsi
Namun, biaya yang melampaui perkiraan tidak bisa diabaikan, terutama di kilang Wyoming, di mana biaya produksi hampir 30% lebih tinggi dari proyeksi. Ini sinyal bahaya, apalagi harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak mentah AS) menguat dan baru-baru ini diperdagangkan sekitar $85 per barel. Tekanan biaya yang berlanjut saat biaya bahan baku naik dapat menghapus manfaat dari margin kilang yang kuat. Ketegangan antara potensi margin tinggi dan risiko biaya tinggi ini menunjukkan implied volatility (perkiraan volatilitas yang “terbaca” dari harga opsi, yaitu ekspektasi pasar terhadap besarnya pergerakan harga) pada opsi PARR mungkin terlalu rendah. Kami menilai strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar, seperti long straddle (membeli opsi beli dan opsi jual dengan harga strike dan tanggal jatuh tempo yang sama), bisa menarik dalam beberapa minggu ke depan. Posisi ini bisa untung baik saat saham naik kuat karena margin, maupun turun karena masalah biaya. Bagi trader yang lebih condong ke skenario bullish (harga naik), menjual out-of-the-money put credit spreads (menjual spread kredit put: menjual opsi put dan membeli opsi put lain dengan strike lebih rendah untuk membatasi risiko; out-of-the-money berarti strike berada di bawah harga saham saat ini) bisa menjadi cara untuk mengumpulkan premium (nilai yang diterima penjual opsi) sambil membatasi risiko. Pendapatan refining yang kuat, yang melampaui estimasi lebih dari 11% pada kuartal terakhir, mendukung pandangan ini. Strategi ini diuntungkan jika saham tetap stabil atau naik.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.