Guncangan Energi Mendorong Investor Menghindari Risiko
Serangan terhadap infrastruktur energi (fasilitas penting seperti kilang, terminal, atau jaringan pipa) dan gangguan pengiriman di Teluk Persia disebut sebagai faktor. Kenaikan harga minyak juga disebutkan, bersama ketidakpastian ekonomi yang lebih luas. Dalam pergerakan pasar, euro tidak menunjukkan reaksi langsung terhadap data tersebut. Saat laporan ditulis, EUR/USD turun 0,5% di dekat 1,1550, di tengah sentimen pasar yang lemah (suasana pasar yang cenderung pesimis).Pasar dan Tekanan Bank Sentral
Ketidakpastian ini juga kemungkinan besar akan memukul pasar saham Eropa, terutama sektor yang boros energi seperti manufaktur Jerman. Volatilitas (naik-turunnya harga yang cepat) diperkirakan meningkat, seperti indeks VSTOXX (indikator volatilitas untuk saham Zona Euro) yang sempat melonjak di atas 40% pada awal 2022 saat pasar tertekan. Trader mungkin mempertimbangkan membeli put option (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) pada indeks seperti Euro Stoxx 50 (indeks saham utama Zona Euro) untuk lindung nilai (mengurangi risiko kerugian) atau mencari untung dari potensi penurunan pasar. Situasi ini menimbulkan masalah besar bagi Bank Sentral Eropa/ECB (European Central Bank, bank sentral yang mengatur kebijakan uang di Zona Euro). Inflasi (kenaikan harga barang/jasa secara umum) sudah sulit turun, menutup 2025 di 2,7% per tahun, dan guncangan harga energi baru ini akan menambah tekanan. Ini membuat ECB sulit mempertimbangkan pemotongan suku bunga (biaya pinjaman), sehingga menambah ketidakpastian di pasar obligasi (surat utang) dan pasar interest rate swap (kontrak derivatif untuk menukar arus pembayaran bunga tetap dan mengambang). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.