Pasar Berbalik Setelah Komentar Trump
Harga minyak juga bergerak cepat selama sesi. Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) turun 7,7% ke bawah $84 per barel setelah mencapai level tertinggi empat tahun di atas $119 pada Minggu malam. Tidak ada pernyataan resmi yang dikutip yang menunjukkan Iran siap masuk perundingan. Laporan itu juga merujuk pada komentar sebelumnya yang dikaitkan dengan pejabat Iran yang menolak gencatan senjata (penghentian tembak-menembak sementara) yang akan memberi waktu bagi AS dan Israel untuk menyusun ulang kekuatan, dan mengklaim Iran menghabiskan sepuluh hari terakhir mengganggu sistem radar (alat untuk mendeteksi dan melacak objek) yang digunakan Israel, AS, dan sekutu Arab. Melihat kembali ke akhir 2025, penurunan tajam volatilitas tersirat (perkiraan besar-kecilnya naik-turun harga yang “terbaca” dari harga opsi) menjadi sinyal paling cepat bagi pelaku pasar. Kita ingat CBOE Volatility Index (VIX—indeks yang mengukur tingkat “ketakutan” pasar melalui perkiraan volatilitas) turun dari di atas 40 ke kisaran rendah 20 hanya dalam beberapa hari saat muncul kabar damai. Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, menjual premi opsi yang mahal (premi = biaya/harga opsi), terutama put jauh out-of-the-money (put = kontrak untuk menjual di harga tertentu; out-of-the-money = harga kesepakatan jauh dari harga pasar sehingga peluang untungnya kecil) pada S&P 500, bisa menjadi strategi bila ketenangan ini bertahan. Anjloknya minyak mentah WTI dari di atas $119 ke bawah $84 adalah reaksi jelas atas harapan meredanya konflik. Dengan minyak kini bertahan di kisaran bawah $80-an dan data terbaru EIA (Energy Information Administration—lembaga energi AS) menunjukkan kenaikan persediaan (inventory build = stok minyak bertambah) yang tidak terduga, posisi bearish (bertaruh harga turun) dengan opsi put atau put spread (strategi memakai dua opsi put untuk membatasi biaya dan potensi untung/rugi) pada futures minyak (kontrak berjangka = perjanjian membeli/menjual di masa depan pada harga tertentu) terlihat lebih aman. Namun, kabar konflik baru dari Selat Hormuz (jalur laut penting pengiriman minyak) bisa memicu pembalikan tajam, sehingga stop-loss ketat (batas otomatis untuk membatasi rugi) menjadi penting.Strategi Untuk Ketenangan Yang Rapuh
Kenaikan karena “lega” di NASDAQ dan S&P 500 memang besar, tetapi itu ditopang satu komentar optimistis. Mengingat gencatan senjata resmi tidak benar-benar terjadi dalam bulan-bulan setelahnya, ini perlu dianggap sebagai perdamaian yang rapuh. Karena itu, pelaku pasar sebaiknya melindungi posisi saham yang sudah dimiliki (long equity positions = posisi yang diuntungkan jika harga naik) dengan membeli protective puts (opsi put untuk membatasi risiko turun) atau membuat collar (strategi gabungan: beli put pelindung dan jual call untuk membantu membiayai) pada indeks utama seperti SPX (kode indeks S&P 500). Kita perlu ingat lonjakan pasar didorong oleh isyarat, bukan perjanjian resmi dengan Iran. Ketidakpastian ini terlihat di saham sektor pertahanan, yang kinerjanya kalah dari pasar luas sekitar 5% sejak awal 2026. Ini menunjukkan bahwa opsi call (kontrak untuk membeli di harga tertentu) pada ETF yang fokus ke konsumen (ETF = reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) bisa lebih baik daripada put pada ETF kontraktor pertahanan bila situasi geopolitik tetap tenang. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.