Sinyal Pelepasan Cadangan G7 Dan Tekanan Harga
Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA—lembaga antarnegara yang memantau dan memberi saran soal energi) Fatih Birol mengatakan perlu mengaktifkan kembali pengiriman melalui Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak). Ia juga menyebut perlunya pelepasan cadangan minyak yang terkoordinasi (dilakukan bersama-sama oleh beberapa negara pada waktu yang sama). Kita melihat negara-negara G7 memberi sinyal kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi, yang dapat memberi tekanan kuat ke bawah pada harga minyak mentah. Pembicaraan ini merupakan respons langsung terhadap kekhawatiran pasokan yang mendorong Brent (patokan/benchmark harga minyak global) dari sekitar $85 pada kuartal lalu menjadi di atas $100 dalam beberapa minggu terakhir. Bagi trader (pelaku jual-beli jangka pendek), ini sinyal bahwa pemerintah mencoba membatasi kenaikan harga saat ini. Reaksi cepat yang bisa dipertimbangkan adalah posisi bearish (strategi yang untung jika harga turun) untuk jangka pendek. Membeli opsi put jangka dekat pada kontrak berjangka (futures—kontrak untuk membeli/menjual aset di tanggal tertentu dengan harga yang disepakati) WTI dan Brent adalah cara langsung untuk memanfaatkan potensi penurunan harga setelah pengumuman pelepasan resmi. Volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan pasar atas besar kecilnya pergerakan harga di masa depan) sudah naik, karena indeks OVX (indeks volatilitas untuk opsi minyak) meningkat hampir 30% sejak awal tahun, dan berita ini bisa mendorongnya lebih tinggi. Namun, perlu melihat pelajaran masa lalu, khususnya pelepasan cadangan besar-besaran pada 2022. Walau tindakan itu sempat menurunkan harga, dampaknya sering sementara karena tidak menyelesaikan ketegangan geopolitik (konflik/gesekan antarnegara) yang menjadi pendorong utama kenaikan harga. Ini menunjukkan bahwa penurunan yang cukup dalam akibat pelepasan dalam beberapa minggu ke depan bisa menjadi peluang membeli opsi call (opsi untuk membeli; untung jika harga naik) dengan jatuh tempo lebih panjang.Volatilitas Dan Pengaturan Kurva: Ide Strategi Trading
Pembicaraan terkoordinasi ini menambah ketidakpastian pasar, sehingga volatilitas sendiri bisa “diperdagangkan”. Trader dapat mempertimbangkan strategi seperti long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama; untung jika harga bergerak besar ke atas atau ke bawah) untuk memanfaatkan perkiraan lonjakan pergerakan harga di sekitar pertemuan G7 dan IEA. Hal pentingnya adalah memantau pernyataan publik, karena ancaman pelepasan bisa sama kuatnya dengan tindakan pelepasan itu sendiri. Selain itu, pantau bentuk kurva futures (futures curve—susunan harga kontrak berjangka dari jatuh tempo dekat sampai jauh) untuk peluang pada calendar spread (strategi selisih antara kontrak bulan dekat dan bulan jauh). Pelepasan cadangan akan menambah pasokan pada bagian depan kurva, sehingga kontrak jangka dekat bisa melemah dibanding kontrak yang jatuh temponya lebih jauh. Ini bisa membuat strategi menjual kontrak bulan terdekat dan membeli kontrak bulan yang lebih jauh menjadi menguntungkan ketika pasar memasukkan efek kelebihan pasokan sementara.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.