Perkiraan Suku Bunga Rbnz Dan Prospek Inflasi
Analis memperkirakan inflasi Selandia Baru akan bertahan lebih lama daripada perkiraan bank sentral, sehingga pasar memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026. Ini berbeda dari bulan lalu, ketika RBNZ menyatakan suku bunga acuan (official cash rate, suku bunga patokan utama) kemungkinan bertahan sekitar 2,25% sepanjang tahun. Dolar AS turun tipis setelah kenaikan kecil pada sesi sebelumnya, tetapi bisa menguat karena permintaan aset aman (safe-haven, aset yang dicari saat pasar khawatir) terkait situasi Timur Tengah. Donald Trump mengatakan pada Senin malam konflik bisa segera berakhir, sementara pejabat AS pada Selasa menyebut operasi militer di Iran makin meningkat dan peluang perundingan terbatas, lapor Reuters. RBNZ menargetkan inflasi 1% sampai 3%, dengan fokus di sekitar titik tengah 2%. Ekonomi China dan harga susu (produk susu adalah ekspor utama Selandia Baru) juga dapat memengaruhi Kiwi (julukan untuk Dolar Selandia Baru), sementara perubahan sentimen risiko (naik-turunnya selera pasar terhadap aset berisiko) sering menggerakkan NZD. NZD/USD terjepit antara ketegangan Timur Tengah yang menekan turun dan harapan kenaikan suku bunga domestik yang mendorong naik. Kondisi ini menunjukkan volatilitas (tingkat naik-turunnya harga) akan tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Kita dapat mempertimbangkan strategi seperti membeli straddle (strategi opsi yang untung jika harga bergerak besar ke atas atau ke bawah), tanpa harus menebak arahnya.Strategi Trading Jangka Pendek Dan Volatilitas
Dalam waktu dekat, arah yang paling mudah tampak turun karena konflik Iran meningkatkan permintaan aset aman pada Dolar AS. Dengan minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) baru-baru ini menembus di atas $95 per barel untuk pertama kalinya tahun ini, sikap menghindari risiko (risk aversion, kecenderungan pasar menjauhi aset berisiko) menjadi tema utama. Kami melihat peluang pada pembelian opsi put jangka pendek (kontrak yang diuntungkan jika harga turun) dengan target penurunan di bawah level 0,5900. Namun, kita perlu mengamati kemungkinan terbentuknya dasar harga, karena pasar memperkirakan kenaikan suku bunga dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada akhir tahun ini. Laporan inflasi triwulanan terakhir dari Stats NZ (Badan Statistik Selandia Baru) menunjukkan CPI/Indeks Harga Konsumen (ukuran inflasi dari perubahan harga barang dan jasa) berada di 4,5% dan tetap tinggi, jauh di luar target RBNZ, sehingga memperkuat pandangan hawkish (cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi). Ini berarti penurunan besar pada NZD/USD bisa menjadi peluang beli untuk opsi call berjangka lebih panjang (kontrak yang diuntungkan jika harga naik). Kami melihat pola serupa pada 2025 ketika kekhawatiran pasar properti China awalnya melemahkan Kiwi, lalu harga produk susu domestik yang kuat membalikkan arah secara tajam. Pergerakan harga historis ini mendukung pandangan kami bahwa meski sentimen risiko global dapat mendominasi beberapa minggu, faktor ekonomi lokal pada akhirnya kembali berpengaruh. Karena itu, pandangan turun jangka pendek perlu dikelola dengan hati-hati, sambil siap mengubah arah saat sentimen bergeser.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.