Garis Waktu Eskalasi Dan Sinyal Pasar
Laporan itu menyebut serangan AS terberat sejauh ini terjadi kemarin. Laporan juga mengutip media pertahanan Israel yang menyatakan AS bisa meningkatkan tindakan selama 1–2 minggu ke depan, serta laporan media bahwa sebagian pemerintah Israel menilai bisa butuh hingga satu tahun sampai rezim Iran tumbang. (Rezim adalah pemerintah yang sedang berkuasa.) The Wall Street Journal melaporkan bahwa IEA mungkin akan mengusulkan pelepasan minyak terbesar sepanjang sejarah dari cadangan strategis, melampaui komitmen G7. (IEA adalah badan energi internasional; G7 adalah kelompok tujuh negara ekonomi besar.) Laporan itu juga mencatat adanya jarak antara harga di layar (harga yang terlihat di pasar keuangan) dan ketersediaan barang nyata (pasokan fisik) untuk energi dan produk terkait seperti belerang, pupuk, dan helium. (Belerang dipakai antara lain untuk industri dan bahan pupuk; helium adalah gas untuk kebutuhan industri dan medis.) Kita perlu mengingat pelajaran dari krisis Hormuz 2025, ketika pasar mengabaikan risiko fisik yang jelas dari serangan Iran dan kemungkinan tersendatnya pengiriman. Saat itu, harga minyak di layar seolah menunjukkan kesepakatan damai sudah dekat, padahal tindakan militer AS meningkat. Ini menunjukkan putusnya hubungan yang berbahaya antara pasar keuangan dan kondisi nyata. Saat ini, Brent (patokan harga minyak global) diperdagangkan di kisaran yang tampak tenang di sekitar US$85 per barel, seolah stabil. Namun, harga ini ditopang oleh keputusan OPEC+ (kelompok OPEC dan mitranya) untuk memperpanjang pemangkasan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga kuartal kedua. Ini membuat kapasitas cadangan (kemampuan menaikkan produksi cepat) menjadi sangat kecil untuk menghadapi gangguan pasokan yang mendadak. Berbeda dengan 2025, kita tidak lagi punya penyangga berupa pelepasan cadangan strategis besar, karena persediaan AS kini berada di titik terendah dalam 45 tahun setelah peristiwa itu. Perusahaan pengangkut sudah memasukkan risiko baru dalam harga, dengan tambahan premi risiko perang (biaya asuransi ekstra karena risiko konflik) untuk pelayaran melewati Hormuz yang naik 0,25% dalam sebulan terakhir, meski harga minyak utama terlihat tenang. Ini menunjukkan pasar barang nyata melihat bahaya yang diabaikan pasar kertas (perdagangan kontrak/derivatif, bukan barang fisik).Penempatan Opsi Untuk Risiko Ekstrem
Ini membuka peluang di pasar opsi, karena volatilitas tersirat (perkiraan naik-turunnya harga yang tercermin dari harga opsi) tampak terlalu rendah dibanding rapuhnya kondisi. Kita bisa mempertimbangkan membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) jangka panjang pada minyak untuk melindungi dari lonjakan harga mendadak yang belum diperkirakan pasar keuangan. Kesenjangan antara harga di layar yang stabil dan risiko yang meningkat pada barel fisik serta turunannya (produk yang terkait dengan minyak), seperti belerang dan pupuk, makin besar dan sulit diabaikan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.