Penurunan Minyak Dan Sensitivitas Emas
Minyak Mentah turun setelah naik ke level tertinggi sejak Juni 2022 awal pekan ini, setelah komentar Presiden AS Donald Trump bahwa perang di Timur Tengah mungkin segera berakhir. The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa International Energy Agency (IEA/lembaga energi internasional) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarahnya. Pertempuran berlanjut, dengan Iran menghadapi serangan AS-Israel paling intens pada Selasa. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC/pasukan elit militer Iran) mengatakan akan menargetkan infrastruktur teknologi pihak lawan di kawasan. Trader menunggu data US Consumer Price Index (CPI/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) yang rilis hari ini, dengan US PCE Price Index (indeks harga PCE/ukuran inflasi pilihan The Fed) rilis Jumat. Fokus tetap pada risiko di Selat Hormuz (jalur pengiriman minyak penting) dan gangguan pasokan minyak. Secara teknikal, emas sempat bergerak di atas simple moving average (SMA/rata-rata pergerakan sederhana) 100 jam yang sedang naik, tetapi aksi beli tidak berlanjut. MACD (Moving Average Convergence Divergence/indikator momentum tren) (12, 26, close, 9) berada di bawah garis sinyalnya, dan RSI (Relative Strength Index/indikator kekuatan momentum) (14) turun dari di atas 70 ke kisaran pertengahan 50. Resistance (area hambatan kenaikan harga) berada dekat $5.228, lalu $5.260. Support (area penahan penurunan harga) ada di $5.190, lalu $5.160, dengan $5.140 di bawahnya.Aset Aman Dan Pantauan The Fed
Karena konflik di Timur Tengah masih berlanjut, emas tetap menjadi aset safe-haven (aset aman saat risiko pasar naik), bertahan di atas level $5.200. Situasi yang sulit diprediksi di Selat Hormuz memicu volatilitas besar (pergerakan harga yang cepat dan tajam) di pasar minyak mentah, yang langsung memengaruhi perkiraan inflasi. Ini berarti berita dari kawasan tersebut dapat memicu pergerakan cepat pada kontrak berjangka (futures/kontrak jual-beli untuk tanggal mendatang) emas dan minyak. Federal Reserve berada dalam posisi sulit, seperti yang terlihat sepanjang awal 2026. Laporan CPI Februari menunjukkan inflasi inti (core inflation/inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) tetap di 3,1%, membuat The Fed ragu memberi sinyal penurunan suku bunga seperti yang diinginkan pasar. Karena itu, data inflasi berikutnya akan diperhatikan ketat untuk melihat apakah guncangan harga energi—dengan WTI futures (kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate, acuan minyak AS) bertahan di atas $90—menyebar ke ekonomi yang lebih luas. Bagi trader derivatif (produk turunan dari aset seperti opsi dan futures), kondisi ini menunjukkan bahwa membeli call (opsi beli, hak untuk membeli pada harga tertentu) emas saat koreksi turun mendekati support $5.160 bisa menjadi strategi. Karena implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) tinggi dan bisa melonjak di atas 25% saat ada eskalasi, memakai call spread (strategi opsi: beli call dan jual call lain untuk menekan biaya) dapat membantu mengurangi biaya premi (biaya opsi). Ini memberi peluang ikut kenaikan harga sambil membatasi risiko jika ketegangan tiba-tiba mereda. Kita melihat pola serupa pada akhir 2025 saat ketegangan pertama kali memanas: penurunan harga cepat dibeli dan volatilitas melonjak. Opsi berjangka pendek (short-dated options/opsi dengan waktu jatuh tempo dekat) yang kedaluwarsa sesaat setelah rilis data inflasi AS bisa menjadi cara taktis untuk memanfaatkan peristiwa tersebut. Jika harga menembus resistance $5.228 setelah data CPI yang lebih rendah dari perkiraan, kemungkinan akan terjadi kenaikan cepat yang menguntungkan pihak yang sudah siap. Sebaliknya, risiko kesepakatan damai mendadak atau pelepasan cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve/cadangan minyak pemerintah untuk kondisi darurat) dalam jumlah besar tetap perlu diperhitungkan. Peristiwa seperti itu kemungkinan menekan harga minyak mentah dan emas secara tajam. Karena itu, memegang put pelindung (protective puts/opsi jual untuk membatasi kerugian) atau menyusun transaksi seperti collar (strategi: punya aset, beli put, dan jual call untuk membatasi risiko dan biaya) bisa menjadi langkah untuk melindungi dari pembalikan harga mendadak.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.