Volatilitas Minyak Dan Risiko Geopolitik
CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) AS bulan Februari naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya, sesuai perkiraan dan naik dari 0,2% pada Januari. Inflasi tetap di atas target The Fed (bank sentral AS) sebesar 2%, sehingga kebijakan cenderung hati-hati. Indeks Dolar AS diperdagangkan dekat 99,20, pulih dari pelemahan sebelumnya dalam minggu ini. Penguatan dolar paling besar terjadi terhadap yen Jepang. EUR/USD diperdagangkan dekat 1,1570 setelah kehilangan kenaikan sebelumnya. GBP/USD diperdagangkan dekat 1,3410 dan hampir tidak berubah pada sesi AS. USD/JPY diperdagangkan dekat 156,90, mendekati level tertinggi satu bulan, seiring naiknya imbal hasil (yield, persentase keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury). USD/CAD diperdagangkan dekat 1,3590 menjelang data pekerjaan (jobs data, laporan kondisi tenaga kerja) Kanada bulan Februari pada hari Jumat dan CPI Kanada bulan Februari Senin depan, sebelum keputusan BoC (Bank of Canada/bank sentral Kanada) Rabu depan.Kekuatan Dolar Dan Perbedaan Suku Bunga
Emas diperdagangkan di $5.167 dan turun pada hari itu. Rilis data utama mencakup produksi industri Inggris Januari, data perumahan AS dan klaim pengangguran (jobless claims, jumlah pengajuan tunjangan pengangguran) pada 12 Maret, serta PDB (GDP/Produk Domestik Bruto, total nilai produksi ekonomi) Inggris Januari ditambah data PCE (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi pilihan The Fed), PDB, dan Michigan (survei sentimen konsumen) AS pada 13 Maret. Melihat kembali konflik Iran pada Maret 2025, gejolak minyak mendorong pasar saat minyak WTI mendekati $90. Setahun kemudian, ketegangan di Selat Hormuz tetap menjadi risiko utama, dan eskalasi apa pun bisa memicu arus ke aset aman (flight to safety, perpindahan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman). Trader derivatif (derivative traders, pelaku pasar instrumen turunan seperti opsi dan futures) sebaiknya mempertimbangkan penggunaan opsi (options, kontrak yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) untuk melindungi (hedge, mengurangi risiko) dari lonjakan mendadak harga minyak, karena OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) sudah menunjukkan kesediaan mengatur pasokan dengan ketat, dengan pemangkasan produksi Januari 2026 sebesar 1 juta barel per hari yang menjaga WTI tetap kuat di atas $82. Data inflasi AS Februari 2025 menegaskan sikap hati-hati Federal Reserve, tema yang mendominasi setahun terakhir. Inflasi memang mereda; CPI Februari 2026 tercatat 2,9%, namun masih jauh di atas target 2%. Akibatnya, The Fed hanya melakukan dua kali penurunan suku bunga kecil, mempertahankan suku bunga kebijakan (policy rate, suku bunga acuan) di 4,75% dan mendukung kekuatan dolar AS dalam jangka panjang. Kondisi ini berarti Indeks Dolar AS, yang naik ke 99,20 saat krisis 2025, masih ditopang di level lebih tinggi dan kini diperdagangkan sekitar 104,50. Kekuatan dolar kini bukan sekadar karena status aset aman, tetapi lebih karena keunggulan imbal hasilnya dibanding mata uang utama lain. Jika muncul tanda pelemahan ekonomi global, kemungkinan lebih banyak dana mengalir ke dolar, sehingga posisi beli (long positions, bertaruh harga naik) bisa menarik. Lonjakan USD/JPY mendekati 157,00 pada Maret lalu menunjukkan yen sangat sensitif terhadap imbal hasil US Treasury. Pola itu masih terjadi karena selisih suku bunga (interest rate gap, perbedaan tingkat suku bunga) antara AS dan Jepang tetap sangat lebar, meski ada sedikit perubahan kebijakan dari Bank of Japan. Ini membuat strategi menjual volatilitas yen (yen volatility, naik-turun harga yen) atau mempertahankan carry trade (carry trade, meminjam mata uang bersuku bunga rendah untuk membeli aset bermata uang bersuku bunga lebih tinggi) masih layak, namun tetap perlu waspada terhadap intervensi (intervention, tindakan otoritas untuk menggerakkan nilai tukar). Tahun lalu, EUR/USD turun lagi menuju 1,15 saat pelaku pasar mencari keamanan dolar. Saat ini, pelemahan euro lebih terkait produksi industri Zona Euro yang lesu, yang menyusut 0,5% pada kuartal terakhir 2025. Sementara itu, USD/CAD masih sangat dipengaruhi harga minyak dan kebijakan Bank of Canada, yang diperkirakan makin berbeda arah dari The Fed dalam beberapa bulan ke depan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.