Asumsi Dasar Energi
Bank ini menjelaskan skenario dasar energi: minyak di USD80 per barel dan gas di EUR50 per MWh (megawatt-jam, satuan jumlah energi listrik/panas). Skenario ini disebut sebagai guncangan yang moderat dan sementara. Dalam skenario ini, kebijakan yang lebih ketat (misalnya menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tinggi) dinilai tidak perlu, kecuali jika ekspektasi inflasi (perkiraan masyarakat dan pasar tentang inflasi ke depan) berisiko menjadi “tidak tertambat” (unanchored, yaitu perkiraan inflasi mulai lepas dari target bank sentral dan jadi sulit dikendalikan). Bank ini juga memaparkan skenario buruk dengan biaya energi sekitar 50% lebih tinggi: minyak di USD120 per barel dan gas di EUR75 per MWh. Dalam skenario itu, risiko inflasi menjadi masalah akan meningkat. Artikel ini menyebut dibuat dengan alat AI dan diperiksa oleh editor.Penentuan Posisi Menghadapi Volatilitas Pasar
Hari ini, dengan estimasi cepat (flash estimate, yaitu perkiraan awal sebelum data final) Eurostat (badan statistik Uni Eropa) yang menunjukkan inflasi Zona Euro naik ke 2,7% pada Februari dari 2,5% sebelumnya, terlihat tantangan yang mirip. Sementara minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) berada di sekitar $82 per barel, ini naik dibanding kisaran rendah $70 beberapa bulan lalu, sehingga memunculkan lagi kekhawatiran tekanan harga dari impor (barang impor menjadi lebih mahal). Data ini membuat jalur penurunan suku bunga ECB yang diharapkan terjadi akhir tahun ini menjadi lebih tidak pasti. Dengan latar ini, trader (pelaku jual-beli jangka pendek) perlu mempertimbangkan bahwa volatilitas pasar (besarnya naik-turun harga) mungkin masih dinilai terlalu rendah. Membeli straddle atau strangle (strategi opsi, yaitu kontrak hak beli/jual; straddle membeli opsi beli dan opsi jual di harga yang sama, strangle di harga berbeda) pada indeks Euro Stoxx 50 (indeks saham utama Eropa) bisa menjadi strategi yang masuk akal untuk mendapat keuntungan jika terjadi pergerakan besar ke salah satu arah setelah pengumuman ECB berikutnya. Konsensus saat ini tentang penurunan suku bunga pada musim panas bisa berubah, memicu penyesuaian harga yang cepat. Bagi yang fokus pada suku bunga, kurva forward (forward curve, yaitu perkiraan harga/tingkat suku bunga di masa depan yang tercermin dari pasar) untuk futures EURIBOR (kontrak berjangka atas EURIBOR; EURIBOR adalah suku bunga acuan pinjam-meminjam antarbank di zona euro) mungkin terlalu agresif dalam memasukkan pelonggaran kebijakan (monetary easing, yaitu penurunan suku bunga atau kebijakan yang membuat kredit lebih mudah). Ada peluang untuk mengambil posisi pada kurva yang lebih datar (flatter curve, yaitu selisih suku bunga jangka pendek vs jangka panjang mengecil), dengan perkiraan ECB akan menahan suku bunga lebih tinggi lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang. Ini mencerminkan komitmen bank sentral pada stabilitas harga. Risiko guncangan energi yang buruk tidak boleh diabaikan. Trader bisa memakai opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga pelaksanaan di atas harga saat ini; biasanya lebih murah namun butuh kenaikan harga besar agar untung) pada futures minyak (kontrak berjangka minyak) sebagai lindung nilai (hedge, pelindung dari kerugian) yang lebih hemat biaya terhadap lonjakan harga energi mendadak. Lonjakan seperti itu akan meningkatkan peluang respons yang lebih ketat (hawkish) dari ECB, sehingga mengganggu ekspektasi pasar saat ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.