Tekanan Geopolitik Dan Kerentanan Pound
Kita melihat pola yang mirip, mengingatkan pada kejadian tahun 2025 ketika tekanan geopolitik mendorong GBP/USD turun ke level 1,3350. Saat itu, pelepasan minyak strategis dalam jumlah besar adalah tindakan besar untuk mengendalikan lonjakan biaya energi. Hari ini, 13 Maret 2026, kondisi serupa kembali muncul, sehingga trader perlu tetap berhati-hati terhadap pound. Pound saat ini kesulitan di sekitar 1,2480, jauh lebih lemah dibanding level saat ketegangan 2025. Data inflasi Inggris untuk Februari tetap tinggi di 3,4%, membuat Bank of England (bank sentral Inggris) berada dalam posisi sulit karena pertumbuhan ekonomi masih lambat. Kondisi ini menunjukkan kenaikan suku bunga besar (menaikkan biaya pinjaman) untuk melindungi mata uang kecil kemungkinannya, sehingga pound tetap rentan. Sementara itu, dolar terus diuntungkan oleh peralihan ke aset aman (investor mencari tempat yang dianggap lebih aman saat risiko naik) dan ekonomi AS yang lebih kuat. Data pasar tenaga kerja terbaru juga masih menunjukkan kekuatan. Perbedaan kebijakan ini—Bank of England yang cenderung ragu dan Federal Reserve (bank sentral AS) yang bergerak berdasarkan data—membuka jalan bagi penguatan dolar. Pasar makin memperhitungkan kemungkinan hanya satu kali pemotongan suku bunga (penurunan biaya pinjaman) di Inggris tahun ini, jauh lebih sedikit dari perkiraan beberapa bulan lalu. Pelepasan 400 juta barel minyak pada 2025 hanya memberi kelegaan sementara, pelajaran yang perlu diingat sekarang ketika Brent (patokan harga minyak global) kembali diperdagangkan di atas $92 per barel. Keterbatasan pasokan global yang terus bertahan dan titik konflik geopolitik baru membuat harga energi kembali menekan Inggris, ekonomi yang sangat sensitif terhadap biaya impor energi. Tekanan ini langsung melemahkan pound Inggris.Posisi Opsi Untuk Penurunan Lanjutan
Bagi trader derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset lain), ini mengarah pada persiapan untuk penurunan GBP/USD lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan. Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike price (harga patokan dalam kontrak) di bawah level 1,2400 dapat menjadi strategi dengan risiko yang jelas untuk memanfaatkan kemungkinan penembusan ke bawah. Karena ketidakpastian meningkat, volatilitas tersirat (perkiraan naik-turunnya harga yang tercermin dari harga opsi) pada pasangan ini ikut naik, membuat strategi opsi lebih menarik bagi sebagian orang dibanding langsung melakukan short (bertaruh harga turun dengan menjual).Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.