Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Indeks Dolar AS bergerak menuju 100 saat Mojtaba Khamenei bersumpah akan melakukan serangan lanjutan.

    by VT Markets
    /
    Mar 13, 2026
    Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan serangan ke pangkalan militer di negara tetangga akan terus berlanjut, dan Iran akan membalas kematian warganya. Risiko di Selat Hormuz meningkat setelah laporan bahwa Iran menargetkan dua kapal tanker minyak, sehingga menimbulkan kekhawatiran gangguan pada pasokan energi global. Klaim awal pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 7 Maret turun ke 213 ribu (jumlah orang yang baru mengajukan tunjangan pengangguran), di bawah perkiraan 215 ribu. Indeks Dolar AS (DXY: ukuran nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) diperdagangkan di sekitar 99,70, mendekati level tertinggi sejak November 2025.

    Kekuatan Dolar Mendorong Pasar Utama

    EUR/USD turun untuk hari ketiga ke sekitar 1,1520. GBP/USD juga turun untuk hari ketiga ke dekat 1,3360; jajak pendapat Reuters menunjukkan 43 dari 50 ekonom (86%) memperkirakan Bank of England akan menahan suku bunga di 3,75% pada 19 Maret. USD/JPY diperdagangkan di sekitar 159,40 karena dolar tetap kuat dan Bank of Japan tetap menormalkan kebijakan secara bertahap (mengembalikan kebijakan dari sangat longgar menuju lebih “normal”, misalnya lewat suku bunga). AUD/USD berada di sekitar 0,7090, mengakhiri kenaikan empat hari. WTI (harga acuan minyak mentah AS) diperdagangkan di $94 per barel, melanjutkan kenaikan tiga hari setelah turun dari $120 pada awal pekan. Emas diperdagangkan di $5,111 setelah sempat turun di bawah $5,150 pada sesi Asia sebelumnya. Data yang akan rilis pada Jumat mencakup PDB Inggris (ukuran total nilai barang dan jasa), produksi manufaktur Inggris, HICP Spanyol (indeks harga konsumen yang diselaraskan/standar Eropa), produksi industri zona euro, data pekerjaan dan upah Kanada, serta banyak rilis AS termasuk inflasi PCE (indikator inflasi yang sering dipakai The Fed), pesanan barang tahan lama (durable goods: barang yang dipakai lama seperti kendaraan/mesin), PDB, pendapatan, belanja, JOLTS (data lowongan kerja), serta sentimen Michigan dan ekspektasi inflasi.

    Implikasi Trading Dan Risiko Utama

    Dengan konflik yang meningkat di Selat Hormuz, Dolar AS menjadi aset aman utama pasar (tempat investor “berlindung” saat risiko naik), mendorong DXY ke level tertinggi sejak November 2025. Data klaim pengangguran AS yang kuat di 213 ribu memperkuat posisi dolar. Trader perlu mengantisipasi bahwa kekuatan dolar bisa menjadi tema utama dan memengaruhi berbagai aset besar dalam beberapa pekan ke depan. Serangan terhadap kapal tanker minyak menciptakan risiko besar dari sisi pasokan (risiko karena pasokan bisa berkurang), memicu pergerakan harga yang sangat tajam pada WTI yang kini di $94. Situasi serupa terjadi pada awal 2022 ketika peristiwa geopolitik mendorong Brent naik melewati $120 per barel dalam hitungan minggu. Membeli opsi call (kontrak yang memberi hak membeli di harga tertentu; biasanya untung jika harga naik) pada minyak mentah atau ETF energi terkait (reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan mengikuti indeks/sektor) bisa menjadi cara yang lebih aman untuk menangkap potensi kenaikan bila gangguan di Timur Tengah berlanjut. Karena dolar kuat, strategi opsi yang bertaruh pada penurunan EUR/USD dan GBP/USD bisa dipertimbangkan. Dengan EUR/USD dekat 1,1520 dan GBP/USD sekitar 1,3360, membeli opsi put (kontrak yang memberi hak menjual di harga tertentu; biasanya untung jika harga turun) memberi peluang saat turun dengan risiko terbatas. Keputusan Bank of England yang kemungkinan menahan suku bunga pada 19 Maret memberi dukungan kecil bagi pound terhadap dolar yang menguat. Selisih suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang membuat posisi long USD/JPY menarik (long: mengambil posisi agar untung saat harga naik), terutama karena Bank of Japan menormalkan kebijakan sangat pelan. Dorongan menuju 159,40 menunjukkan peluang lebih besar untuk naik. Menggunakan futures (kontrak berjangka untuk membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) atau opsi call untuk mengikuti tren ini bisa tetap menjadi carry trade (strategi memanfaatkan selisih suku bunga antar mata uang) yang menguntungkan. Menariknya, emas tidak bertindak sebagai aset aman seperti biasanya; saat ini turun di $5,111 karena investor lebih memilih Dolar AS. Hal ini pernah terjadi, misalnya pada paruh kedua 2022 ketika Indeks Dolar AS yang melonjak menahan kenaikan harga emas meski kondisi global tidak pasti. Trader bisa mempertimbangkan menjual call spread (strategi opsi: menjual call dan membeli call lain di strike lebih tinggi untuk membatasi risiko), dengan asumsi kekuatan dolar tetap membatasi peluang naik emas untuk sementara. Banyaknya data AS yang berdampak besar yang rilis hari ini, termasuk inflasi PCE dan PDB final kuartal 4, akan menambah risiko peristiwa (event risk: harga bisa bergerak tajam saat data keluar). Data ini, ditambah situasi geopolitik yang tidak stabil, berarti volatilitas tersirat (perkiraan besarnya naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) kemungkinan tetap tinggi. Kita perlu siap menghadapi pergerakan pasar yang tajam dan menyesuaikan posisi saat angka inflasi dan pertumbuhan terbaru dirilis.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code