Posisi Spekulatif Menjadi Lebih Bearish
Sentimen ini didukung data ekonomi terbaru yang menunjukkan inflasi Inggris turun lebih cepat dari perkiraan, dan baru-baru ini mencapai level terendah dua tahun di 3,4%. Dengan Bank of England menahan suku bunga di 5,25% namun semakin banyak pihak yang mendorong pemangkasan, pasar mulai memperhitungkan penurunan suku bunga di akhir tahun ini. Faktor-faktor ini mengurangi daya tarik memegang pound, sehingga kenaikan posisi jual menjadi lebih masuk akal. Trader bisa mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya untung saat harga turun) pada GBP/USD untuk mendapat keuntungan dari potensi penurunan sambil membatasi risiko. Alternatif lain, menjual kontrak berjangka GBP (futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) adalah cara yang lebih langsung untuk mengekspresikan pandangan bearish ini. Kami juga melihat pasangan seperti GBP/JPY, di mana sikap Bank of England yang dovish (condong longgar, lebih mendukung suku bunga turun) berlawanan dengan kemungkinan perubahan kebijakan di tempat lain. Namun, tetap perlu hati-hati karena posisi jual ini bisa menjadi terlalu “padat” (crowded, artinya terlalu banyak pelaku pasar ada di posisi yang sama). Jika ada kabar ekonomi Inggris yang positif dan tak terduga, hal itu bisa memicu kenaikan tajam karena para pemegang posisi jual terpaksa membeli kembali posisi mereka (short covering, yaitu menutup posisi jual dengan cara membeli). Ini pernah terjadi dalam skala jauh lebih ekstrem setelah referendum Brexit pada 2016, jadi meski sentimen sekarang bearish, kondisinya belum sampai level panik historis.Risiko Utama Posisi Jual yang Terlalu Padat
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.