Pengerahan Drone Inggris sebagai Sinyal Penurunan Eskalasi
Kita mengingat kembali tahun 2025 ketika ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Pilihan Inggris mengirim drone penyapu ranjau (drone tanpa awak untuk mencari dan menonaktifkan ranjau laut) alih-alih kapal perang menjadi sinyal penting untuk menurunkan eskalasi, sehingga mencegah konflik yang lebih luas yang bisa menghentikan sebagian besar pasokan minyak dunia. Saat itu, kita melihat GBP/USD naik ke 1,3261 karena risiko konflik yang lebih besar menurun dan sementara waktu menguatkan pound sterling (mata uang Inggris) terhadap dolar. Peristiwa itu mengingatkan bahwa tambahan harga karena risiko geopolitik (kenaikan harga akibat ancaman perang atau konflik) bisa masuk ke pasar energi dengan sangat cepat. Cukup lihat tahun 2019, ketika serangan pada fasilitas Saudi membuat kontrak berjangka (futures, yaitu perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) Brent (patokan harga minyak global) naik hampir 20% dalam satu hari. Riwayat ini menunjukkan bahwa saat Brent sekarang diperdagangkan sekitar $85, opsi call berjangka panjang pada minyak (opsi untuk membeli di harga tertentu, dengan jatuh tempo lebih lama) dapat menjadi lindung nilai (perlindungan dari risiko) yang relatif murah terhadap potensi ketidakstabilan baru di kawasan tersebut. Walau pound sempat naik singkat ke 1,3261 dalam peristiwa itu, arah pergerakannya sering lebih ditentukan faktor lain. Sepanjang banyak ketegangan 2019, misalnya, pound justru lebih tertekan oleh negosiasi Brexit yang berjalan, menunjukkan kebijakan dalam negeri bisa mengalahkan guncangan dari luar. Dengan GBP/USD kini lebih rendah di 1,2850, trader sebaiknya berhati-hati membeli pound hanya karena berita geopolitik, dan bisa mempertimbangkan opsi untuk melindungi diri dari penguatan dolar. Pelajaran utama dari episode-episode ini adalah perilaku volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan pasar tentang besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin pada harga opsi). Secara historis, Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX, ukuran perkiraan naik-turunnya harga minyak dari pasar opsi) sering melonjak tajam saat ada insiden Hormuz, dan kerap terjadi sebelum pergerakan harga minyak yang nyata. Dengan volatilitas pasar umum (tingkat naik-turun pasar secara keseluruhan) saat ini rendah, membeli futures VIX atau opsi call (VIX adalah indeks “ketakutan” pasar; futures adalah kontrak berjangka; opsi call memberi hak membeli) bisa menjadi cara efisien untuk mengambil posisi menghadapi ketidakpastian yang memengaruhi berbagai kelas aset (jenis instrumen investasi seperti saham, obligasi, mata uang, dan komoditas).Penempatan Posisi Volatilitas di Minyak dan FX
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.