Minyak mentah WTI turun dari mendekati $100 dan dari level tertinggi satu pekan seiring kemajuan pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz.

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    WTI turun kembali dari dekat $100,00 setelah dibuka dengan *gap* naik (pembukaan harga yang melompat lebih tinggi dari penutupan sebelumnya) dan mencapai tertinggi satu minggu di sesi Asia pada Senin. Setelah itu, harga turun di bawah $96,00, mengakhiri kenaikan empat hari, sementara konflik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian. Langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan dan menekan harga. Emmanuel Macron mengatakan pelayaran harus dipulihkan secepat mungkin, para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussel untuk membahas kemungkinan respons angkatan laut, dan Donald Trump mengatakan ia berbicara dengan negara lain tentang pengamanan Selat itu.

    Key Technical Levels

    WTI kesulitan melanjutkan kenaikan melewati *retracement Fibonacci 61,8%* di $98,90 (level yang sering dipakai untuk memperkirakan area pantulan/koreksi harga setelah pergerakan besar), setelah bangkit dari bawah $76,00. Harga tetap di atas *SMA 200-periode* yang sedang naik pada grafik 4 jam dekat $85,70 (SMA = rata-rata harga dalam 200 batang waktu terakhir, sering dipakai untuk melihat arah tren). *Histogram MACD* berubah positif (MACD adalah indikator momentum; histogram menunjukkan selisih dua garis MACD), dengan garis MACD bergerak kembali menuju nol. *RSI* berada di sekitar 56 (RSI adalah indikator kekuatan pergerakan harga; di atas 50 biasanya lebih kuat, dan “jenuh beli/overbought” berarti sudah terlalu cepat naik). Area *resistance* (batas atas tempat harga sering sulit naik) berada di $98,90, dengan kenaikan lebih lanjut mengarah ke $100,00. Area *support* (batas bawah tempat harga sering tertahan) berada di $94,62 dan $90,33, dengan SMA 200-periode memberi dukungan tambahan. Analisis teknikal ini dibuat dengan bantuan alat AI.

    Options Strategy Considerations

    Kami melihat harga minyak mentah West Texas Intermediate turun kembali ke sekitar $91,50 setelah gagal bertahan di atas $96 minggu lalu. Pelemahan ini terjadi karena International Energy Agency (IEA) sedikit menurunkan perkiraan permintaan global untuk paruh kedua tahun ini, dengan alasan produksi industri melambat. Pasar juga mencerna keputusan terbaru OPEC+ untuk mempertahankan kuota produksi saat ini, sehingga pasokan tetap ketat tetapi stabil (kuota produksi = batas jumlah produksi). Pergerakan harga ini mirip dengan pola pada 2025 ketika WTI juga turun tajam dari level $100. Saat itu pemicunya adalah upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan yang sebelumnya mendorong harga naik. Kejadian itu menunjukkan *premi geopolitik* (tambahan harga karena risiko konflik) bisa cepat hilang saat situasi mereda. Selat Hormuz tetap menjadi *titik sempit* (jalur sempit penting yang jika terganggu dapat menghambat pengiriman) minyak paling krusial di dunia, dengan sekitar 21 juta barel per hari melewatinya, lebih dari 20% konsumsi harian global. Setiap tanda ketidakstabilan di kawasan itu dapat menambah premi risiko sekitar $5 hingga $10 pada harga minyak. Karena itu, trader perlu memantau laporan patroli laut dan pernyataan diplomatik regional seketat data persediaan. Dengan tren dasar yang masih naik, penurunan ini bisa menjadi peluang untuk masuk posisi *long* (posisi yang untung jika harga naik). Membeli *opsi call* (hak untuk membeli di harga tertentu sebelum jatuh tempo) dengan *strike price* (harga patokan) sekitar $95 atau $100 memberi cara berisiko terbatas untuk berspekulasi harga memantul dalam beberapa minggu ke depan. Kami menunggu harga stabil di atas level support utama di area rendah $90 sebelum menambah *eksposur* (besar keterlibatan/posisi). Bagi yang khawatir risiko turun karena permintaan melemah, membeli *opsi put* (hak untuk menjual di harga tertentu sebelum jatuh tempo) di bawah $90 bisa menjadi *hedging* (pelindung risiko) untuk posisi long yang sudah ada. Laporan IEA terbaru mendukung skenario harga bisa turun lebih jauh jika data ekonomi terus melemah. Strategi ini melindungi dari koreksi lebih dalam sambil tetap memberi peluang keuntungan jika harga naik. Berita terbaru membuat *volatilitas tersirat* meningkat (perkiraan besar kecilnya pergerakan harga di masa depan yang tercermin dalam harga opsi), sehingga opsi menjadi lebih mahal bagi pembeli dan penjual. Ini menunjukkan *spread opsi* (menggabungkan dua atau lebih opsi untuk mengatur biaya dan risiko), seperti *bull call spread* (membeli call lalu menjual call lain di strike lebih tinggi untuk menekan biaya), bisa menjadi strategi yang lebih hemat untuk bersiap pada pemulihan sambil membatasi risiko dan potensi keuntungan. Volatilitas tinggi ini kemungkinan bertahan sampai ada sinyal yang lebih jelas tentang permintaan global atau stabilitas pasokan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code