Pasar Minyak Bereaksi Terhadap Perkembangan Timur Tengah
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI: patokan harga minyak AS) dibuka dengan lonjakan harga (gap higher: harga pembukaan langsung lebih tinggi dari penutupan sebelumnya), tetapi kemudian turun ke sekitar $96,30 per barel saat artikel ini ditulis. Pulau Kharg, yang menangani hampir 90% ekspor minyak Iran, dilaporkan terkena serangan di setiap lokasi militer oleh pasukan AS selama akhir pekan. Presiden AS Donald Trump mengatakan infrastruktur minyak tidak diserang. Iran mengatakan bisa membalas terhadap fasilitas minyak apa pun di kawasan yang terkait AS. Trump meminta negara sekutu, termasuk Inggris, Prancis, China, dan Jepang, untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Laporan juga menyebut kemungkinan pengumuman dari Gedung Putih dalam beberapa hari ke depan. Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussel untuk membahas respons angkatan laut terhadap penutupan efektif Selat tersebut. Sejumlah pejabat menyarankan memperluas misi laut yang sudah ada, tetapi para menteri diperkirakan tidak menyetujui pengerahan segera.Fokus Beralih ke Perkiraan Kebijakan The Fed
Perhatian kini beralih ke rapat Federal Reserve (The Fed: bank sentral AS) pada hari Rabu. Tidak ada perubahan suku bunga acuan yang diperkirakan, tetapi arahan ke depan (guidance: petunjuk kebijakan ke depan) dapat membahas risiko inflasi (inflation: kenaikan harga umum) yang terkait harga energi lebih tinggi. Karena itu, fokus sebaiknya beralih dari pergerakan besar karena minyak ke strategi yang bertumpu pada perkiraan suku bunga. Dengan laporan Non-Farm Payrolls (NFP: data jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian) terakhir menunjukkan penambahan kuat 275.000 pekerjaan, The Fed kecil kemungkinan segera menurunkan suku bunga. Ini membuka peluang pada opsi (options: kontrak hak beli/jual) di kontrak berjangka (futures: kontrak jual/beli untuk tanggal mendatang) Treasury (obligasi pemerintah AS) untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko) terhadap skenario suku bunga “tinggi lebih lama”. Dengan kekuatan dolar yang bertahan, kita perlu berhati-hati untuk membeli (long: posisi yang untung jika harga naik) mata uang seperti Euro atau Yen. Selisih suku bunga (interest rate differential: perbedaan tingkat bunga antarnegara) sangat menguntungkan Dolar AS dibanding mata uang yang bank sentralnya kurang agresif. Menjual opsi call (call option: hak membeli pada harga tertentu; menjualnya berarti menerima premi dan berharap harga tidak naik melewati batas) pada pasangan seperti EUR/USD bisa menjadi strategi untuk memanfaatkan kondisi ini dalam beberapa minggu ke depan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.