Selama perdagangan Asia, NZD/USD naik ke sekitar 0,5805, didorong oleh laporan ekonomi China bulan Februari yang kuat.

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    NZD/USD naik ke sekitar 0,5805 pada perdagangan Asia hari Senin. Dolar Selandia Baru (Kiwi) menguat tipis setelah data aktivitas China yang baru. Penjualan Ritel China naik 2,8% dibanding tahun sebelumnya (year on year, artinya dibanding periode yang sama tahun lalu) pada Januari–Februari, naik dari 0,9% dan di atas perkiraan 2,5%. Produksi Industri China naik 6,3% dibanding tahun sebelumnya pada Januari–Februari, dibanding 5,2% sebelumnya dan di atas perkiraan pasar 5,1%. Laporan tersebut mencatat dampak ke Kiwi tetap terbatas meski angka China lebih kuat.

    Rbnz Policy Outlook

    Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) mempertahankan Suku Bunga Acuan (Official Cash Rate, suku bunga utama yang dipakai bank sentral untuk mengarahkan bunga di ekonomi) di 2,25% pada rapat Februari. Pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin (basis poin = 0,01%; jadi 25 basis poin = 0,25%) pada September 2026. Naiknya ketegangan di Timur Tengah, termasuk risiko gangguan di Selat Hormuz, bisa mendukung Dolar AS karena permintaan aset aman (safe-haven, yaitu aset yang biasanya dicari saat pasar takut) meningkat. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS membahas pengamanan selat itu dengan negara lain, dan Israel bekerja sama dengan AS untuk mengamankan jalur tersebut. Selama akhir pekan, pasukan AS menargetkan lokasi militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran. Iran mengatakan akan membalas terhadap fasilitas minyak di kawasan yang terkait AS.

    Market Implications For Nzdusd

    Walau data industri dan ritel China terbaru untuk awal 2026 lebih kuat dari perkiraan, pasar sebagian besar mengabaikan kabar positif ini untuk Kiwi. Respons yang lemah menunjukkan pelaku pasar lebih fokus pada sikap RBNZ yang cenderung longgar (dovish, artinya lebih memilih menahan/menurunkan suku bunga dan mendukung pertumbuhan) dan sentimen risiko global (risk sentiment, yaitu apakah investor berani mengambil risiko atau cenderung menghindar). Ini memberi sinyal bahwa hubungan NZD yang biasanya mengikuti kesehatan ekonomi China sedang tertutup oleh faktor lain yang lebih kuat. Perbedaan kebijakan antar bank sentral menjadi faktor penting. RBNZ menahan suku bunga di 2,25%, dan pasar belum memperkirakan kenaikan sampai September, sementara suku bunga kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) berada di 3,50%. Selisih imbal hasil (yield differential, perbedaan tingkat bunga/imbal hasil antar mata uang) sebesar 1,25% yang menguntungkan Dolar AS membuat memegang posisi Kiwi jadi kurang menarik dan mendorong strategi carry trade (carry trade, strategi meminjam mata uang berbunga rendah untuk membeli mata uang berbunga lebih tinggi) yang menjual NZD. Dalam kondisi ini, kenaikan NZD/USD dalam beberapa minggu ke depan terlihat terbatas. Ketakutan pasar yang lebih luas, yang diukur oleh indeks VIX (VIX, ukuran volatilitas/“tingkat ketakutan” pasar saham AS), naik di atas 20, berbeda jauh dari level lebih tenang di bawah 15 sepanjang sebagian besar 2025. Pada fase risk-off (risk-off, saat investor menghindari risiko dan memilih aset aman), mata uang yang terkait komoditas seperti Kiwi biasanya melemah karena investor mengutamakan menjaga modal. Bagi trader yang memakai derivatif (derivatif, produk turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset lain), ini mengarah pada strategi yang diuntungkan saat NZD/USD turun atau bergerak dalam kisaran sempit (range-bound). Membeli opsi put (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike price (strike price, harga patokan transaksi) di bawah 0,5750 bisa menjadi cara langsung untuk mendapat untung jika terjadi penurunan. Alternatifnya, membuat bear call spread (bear call spread, strategi opsi: menjual call di harga lebih rendah lalu membeli call di harga lebih tinggi untuk membatasi risiko) dengan menjual opsi call (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) di sekitar 0,5850 dan membeli satu lagi pada strike lebih tinggi dapat menjadi cara untuk meraih pendapatan sambil membatasi risiko. Selain itu, lelang Global Dairy Trade terbaru menunjukkan penurunan 1,8% pada harga susu bubuk full cream, yang menekan syarat perdagangan (terms of trade, perbandingan harga ekspor terhadap harga impor) Selandia Baru. Kami melihat pola serupa pada gejolak geopolitik 2022, ketika Fed yang agresif (hawkish, artinya cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) dan ketidakpastian global mendorong NZD/USD turun tajam. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code