WTI bertahan di dekat $98 saat Trump mendesak sekutu untuk menjaga Selat Hormuz tetap aman dan terbuka

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    Futures WTI di NYMEX diperdagangkan sedikit lebih rendah di dekat $98,00 pada sesi Eropa hari Senin, setelah kenaikan empat hari tertahan di atas $100. Jeda ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara pengimpor minyak Teluk untuk ikut dalam operasi melawan tindakan Iran di dekat Selat Hormuz. Trump mengatakan negara-negara yang terdampak upaya Iran menutup selat akan mengirim kapal perang bersama Amerika Serikat untuk menjaga selat tetap terbuka. Ia menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara yang ia harapkan mengirim kapal.

    Risiko Geopolitik Dan Harga Minyak

    Trump memperingatkan NATO akan menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika negara-negara Eropa tidak mendukung tindakannya terhadap Iran. Selat Hormuz dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Pada saat yang sama, pemuatan minyak di pelabuhan Fujairah di UEA berhenti setelah serangan drone (pesawat tanpa awak). Fujairah disebut sebagai satu-satunya jalur ekspor UEA di luar Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan lebih lanjut. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, patokan (benchmark: acuan harga) minyak mentah asal AS yang diperdagangkan melalui hub Cushing (pusat penyimpanan dan distribusi minyak di Cushing, Oklahoma). Harganya dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, dolar AS, data persediaan dari API (American Petroleum Institute: lembaga industri minyak AS) dan EIA (Energy Information Administration: lembaga pemerintah AS untuk data energi), serta kuota produksi OPEC (batas produksi yang disepakati negara-negara pengekspor minyak).

    Strategi Dan Manajemen Risiko

    Dengan risiko yang masih ada, kita bisa mempertimbangkan membeli call option (opsi beli: hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) berjangka panjang pada futures WTI untuk melindungi nilai (hedge: mengurangi risiko kerugian) atau mendapat keuntungan dari gangguan pasokan mendadak. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan gejolak harga yang tercermin dalam harga opsi) saat ini sedang dibanding puncak krisis 2025, sehingga premi (biaya opsi) relatif lebih terjangkau. Strategi ini memberi risiko yang terukur karena kerugian maksimal biasanya terbatas pada premi. Secara fundamental, pasar sudah ketat, sehingga dampak gangguan akan lebih besar. Laporan EIA minggu lalu menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah (inventory draw: stok berkurang) mengejutkan sebesar 2,5 juta barel, berlawanan dengan perkiraan analis yang memprediksi kenaikan kecil (build: stok bertambah), dan ini sudah menopang harga di atas $85. Kita juga perlu memantau selisih harga WTI–Brent (spread: perbedaan harga antara dua patokan), karena selisih ini melebar besar saat insiden Hormuz 2025. Karena Brent lebih langsung terdampak gangguan pasokan Timur Tengah, spread yang melebar bisa menjadi sinyal awal meningkatnya ketegangan kawasan. Menyusun transaksi yang untung saat spread ini melebar bisa menjadi langkah yang cerdas dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code