Durasi Konflik Mendorong Respons Pasar
Terkait Selat Hormuz, Bessent mengatakan AS percaya kapal-kapal China telah meninggalkan area tersebut. Ia juga mengatakan “sangat mungkin” akan ada penyelesaian yang berhasil dari “301” (kemungkinan merujuk pada proses/aturan bernomor 301, yaitu kebijakan atau langkah pemerintah AS dalam urusan perdagangan). Bessent mengatakan AS belum campur tangan di pasar minyak. Komentarnya disampaikan dalam wawancara dengan CNBC (saluran berita bisnis). Lamanya konflik ini adalah faktor utama yang harus dipantau, dan ini menambah ketidakpastian besar pada harga minyak. Kita melihat defisit pasokan 10–14 juta barel, kekurangan yang sangat besar bagi ekonomi global. Sebagai gambaran, total produksi Uni Emirat Arab (UEA) hanya sekitar 4 juta barel per hari. Dengan risiko geopolitik (risiko akibat konflik antarnegara/ketegangan politik internasional) setinggi ini, volatilitas tersirat (perkiraan naik-turun harga di masa depan yang tercermin dari harga opsi) pada opsi minyak mentah bulan terdepan (kontrak opsi untuk bulan terdekat) melonjak melewati 60, level yang tidak terlihat sejak gangguan pasar awal 2022. Ini menunjukkan strategi utama adalah membeli opsi beli (call option: kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu) berjangka lebih panjang (jatuh tempo lebih lama) untuk mendapat peluang untung jika harga naik. Trader (pelaku jual-beli jangka pendek) perlu siap menghadapi lonjakan turun-naik harga karena berita harian dari kawasan tersebut.Risiko Dan Pemicu Pembalikan Harga
Laporan bahwa kapal-kapal China menghindari Selat Hormuz menandakan pasar fisik (perdagangan minyak sungguhan, bukan kontrak) mulai tersendat. Ini memicu backwardation berat (kondisi saat harga untuk pengiriman segera lebih mahal dibanding pengiriman beberapa bulan ke depan) di pasar futures (kontrak berjangka). Situasi serupa, walau tidak separah ini, pernah terjadi pada 2025 saat gangguan awal pengiriman di Laut Merah. Walau kondisi dasar (fundamental: pasokan dan permintaan riil) mengarah pada harga lebih tinggi, mungkin sampai $150, ada dua risiko utama bagi posisi beli (long: bertaruh harga naik). Kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve: stok minyak negara untuk keadaan darurat) atau intervensi pemerintah lain—meski belum dilakukan—bisa memicu penurunan harga mendadak. Selain itu, kabar apa pun yang mengarah pada “penyelesaian 301” dapat mempercepat berakhirnya konflik, dan memicu pembalikan tajam bagi pihak yang terlalu memakai utang/leverage (leverage: memakai pinjaman agar posisi lebih besar) di sisi posisi beli.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.