Consumer Goods Output Breakdown
Indeks untuk barang konsumsi tidak tahan lama (nondurable consumer goods, yaitu barang habis pakai seperti makanan atau produk sehari-hari) turun 0,1%. Komponen non-energi (barang yang bukan terkait energi) naik 0,3%, sementara komponen energi (produk terkait energi) turun 1,4%. Setelah rilis data, Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, yaitu ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) melemah ke sekitar 99,96. Ini terjadi setelah empat hari kenaikan beruntun yang membawanya ke 100,54, level yang terakhir terlihat pada Mei 2025. Kami melihat perlambatan pertumbuhan produksi industri, dari 0,7% menjadi hanya 0,2%, sebagai sinyal penting (poin-poin penting) bagi Federal Reserve. Pendinginan ini, terutama jika digabung dengan laporan Non-Farm Payrolls (NFP, yaitu data jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian) minggu lalu yang menunjukkan pertumbuhan upah melambat ke laju terendah dalam setahun, mengurangi dorongan untuk pengetatan moneter (monetary tightening, yaitu kebijakan menaikkan suku bunga atau mengurangi likuiditas). Pelaku pasar perlu mengantisipasi nada yang lebih dovish (lebih condong tidak menaikkan suku bunga/lebih longgar) dari bank sentral dalam beberapa minggu ke depan.Rates Volatility And Derivatives
Dengan moderasi ekonomi ini, opsi (options, yaitu kontrak yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) atas futures (kontrak berjangka) Secured Overnight Financing Rate (SOFR, yaitu suku bunga acuan pinjaman semalam yang dijamin) menjadi menarik. Bulan lalu, pasar memperkirakan peluang 40% untuk kenaikan suku bunga lagi pada musim panas; per hari ini, peluang itu turun menjadi kurang dari 15%. Perubahan cepat ini menunjukkan bahwa taruhan pada suku bunga yang stabil hingga lebih rendah adalah skenario yang lebih mungkin. Derivatif indeks saham (equity index derivatives, yaitu produk turunan yang nilainya mengikuti indeks saham) memberi gambaran yang lebih rumit, karena manfaat dari ekspektasi suku bunga yang lebih rendah berhadapan dengan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan. Walau S&P 500 naik hampir 3% sejak awal Maret, pemanfaatan kapasitas yang datar mengarah pada potensi pelemahan laba. Ketidakpastian ini membuat opsi pada indeks VIX (VIX, yaitu ukuran perkiraan gejolak harga saham/volatilitas pasar) menjadi cara yang bijak untuk lindung nilai (hedge, yaitu mengurangi risiko) dari potensi lonjakan volatilitas pasar. Dalam komoditas, kami memperkirakan pergerakan yang berbeda berdasarkan angka ini. Dolar yang lebih lemah dapat mendukung emas, yang sudah naik 4% bulan ini, sehingga opsi call (hak untuk membeli) pada futures emas bisa menjadi peluang. Sebaliknya, output industri yang lebih lemah mengarah pada permintaan yang melemah untuk logam industri seperti tembaga, sehingga posisi bearish (bertaruh harga turun) lebih diunggulkan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.