Analis MUFG tetap mempertahankan posisi short pada EUR/USD, memperkirakan kerugian nilai tukar riil akibat energi akan terus menekan euro.

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    Analis MUFG tetap mempertahankan posisi *short* EUR/USD (bertaruh euro melemah terhadap dolar AS). Mereka mengaitkan pelemahan euro dengan kenaikan harga minyak dan gas alam Eropa, serta guncangan *terms-of-trade* (perubahan nilai tukar perdagangan: harga impor naik relatif terhadap ekspor) yang lebih negatif bagi Eropa. Mereka memperkirakan setiap kenaikan 10% harga minyak mentah, EUR/USD turun sekitar 0,7%. Mereka mengatakan EUR/USD sudah turun 3,0%–3,5% sejak krisis dimulai, yang mereka hubungkan dengan kenaikan 50% harga minyak mentah. Mereka juga mencatat EUR/USD telah menembus di bawah level *support* 1,1500 (level “penahan” harga; jika jebol sering berarti peluang turun lanjut).

    Skenario Satu Brent di Tujuh Puluh Lima Sampai Delapan Puluh Lima

    Pada Skenario 1, minyak mentah Brent diperkirakan USD 75–85 per barel, termasuk *risk premium* USD 10 per barel untuk sementara waktu (*risk premium* = tambahan harga karena risiko ketidakpastian). Dalam hasil ini, EUR/USD diperkirakan berada di kisaran 1,16–1,18. Pada Skenario 2, minyak mentah USD 110 per barel disebut sebagai kenaikan hampir 60% dari level sebelum konflik, sehingga EUR/USD diperkirakan dekat 1,1300. Mereka menetapkan kisaran EUR/USD 1,1200–1,1600. Dalam kasus yang lebih parah, minyak mentah naik 100% dan harga gas alam Eropa naik lebih dari itu. EUR/USD diperkirakan 1,0700–1,1300, dengan peluang mencapai 1,0700.

    Eksekusi Transaksi dan Level Kunci

    Situasi ini mencerminkan pola yang mereka temukan pada 2025 saat menganalisis krisis energi 2022. Model *regression* mereka (model statistik untuk mengukur hubungan, misalnya dampak harga minyak terhadap kurs) menunjukkan penurunan 0,7% pada EUR/USD untuk setiap kenaikan 10% minyak mentah, dan pola ini tampak muncul lagi sekarang. Data produksi industri Zona Euro terbaru sudah menunjukkan penurunan 0,5% bulan lalu, menandakan ekonomi kesulitan menanggung biaya yang lebih tinggi. Walau Bank Sentral Eropa memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga, hal ini dinilai tidak banyak membantu euro. Ekonomi AS terlihat lebih kuat, dengan laporan tenaga kerja Februari 2026 menunjukkan penambahan lebih dari 250.000 pekerjaan, sehingga The Fed punya ruang lebih besar untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat (kebijakan menahan inflasi dengan suku bunga tinggi). Perbedaan kebijakan ini lebih menguntungkan dolar AS dibanding euro. Dengan pandangan ini, trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi) dapat mempertimbangkan strategi yang untung jika EUR/USD turun. Membeli *put option* pada euro (hak untuk menjual pada harga tertentu) atau membuat *bear put spread* (strategi opsi: beli put dan jual put lain untuk menekan biaya) memberi risiko yang terukur untuk mengincar potensi pergerakan ke kisaran 1,0500–1,0700. Mereka melihat level sekitar 1,0650 sebagai *support* yang rapuh dan berpotensi jebol jika tekanan harga energi berlanjut.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code