Cakupan Stok Produk Eropa
Eropa menggunakan stok produk dan menyimpan hampir 70 juta barel bahan bakar jet di penyimpanan komersial dan strategis. Itu bisa menutup kekurangan 300 kb/d (ribu barel per hari) pasokan jet dari Teluk selama beberapa bulan. Tekanan meningkat pada distilat menengah (produk minyak “kelas tengah” seperti diesel dan bahan bakar jet), terutama diesel dan jet, mengingat pasokan Teluk ke Eropa, Afrika, dan Asia. Keketatan juga muncul pada nafta (bahan baku dari minyak untuk industri petrokimia), untuk petrokimia Asia Timur Laut, sementara berkurangnya pengiriman LPG (gas minyak cair untuk memasak/pemanas dan industri) dari UEA dan Qatar mendorong pasar propana (jenis LPG yang banyak dipakai untuk pemanas dan industri). Penghentian produksi (shut-ins: produksi yang sengaja dihentikan karena gangguan atau risiko) mendekati 7 mb/d dan bisa mencapai dua digit dalam beberapa hari. Harga produk yang lebih tinggi dan respons kebijakan mendorong penyesuaian ulang di pasar global. Dengan arus minyak melalui Selat Hormuz hampir berhenti, respons langsungnya adalah memperkirakan harga minyak mentah jauh lebih tinggi. Minyak mentah Brent (patokan harga minyak global dari Laut Utara) sudah melonjak melewati $155 per barel, level tertinggi sejak lonjakan singkat pada akhir 2025. Trader sebaiknya mempertahankan posisi beli (long: mendapat untung jika harga naik) pada kontrak berjangka minyak mentah (futures: kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) dan mempertimbangkan membeli opsi call (hak membeli di harga tertentu; untung jika harga naik) untuk memanfaatkan tekanan kenaikan ekstrem dan volatilitas (naik-turun harga) yang meningkat.Crack Spread Dan Transaksi Margin Kilang
Hilangnya hampir 2 juta barel per hari kapasitas kilang di Teluk memperketat pasar produk lebih cepat daripada pasar minyak mentah, sehingga membuka peluang besar pada margin kilang. Crack spread 3:2:1 (ukuran sederhana margin kilang: 3 barel minyak mentah “diubah” menjadi 2 barel bensin dan 1 barel distilat seperti diesel) telah melonjak melewati $70 per barel, level yang belum pernah terlihat dalam sejarah modern. Ini bisa diperdagangkan dengan mengambil posisi beli pada futures bensin dan diesel sambil mengambil posisi jual (short: untung jika harga turun) pada futures minyak mentah untuk menangkap pelebaran selisih ini. Bantalan persediaan Eropa menipis lebih cepat dari perkiraan, terutama untuk distilat menengah seperti diesel dan bahan bakar jet. Data Euroilstock (laporan data stok minyak Eropa) terbaru mengonfirmasi penurunan 15 juta barel pada Februari 2026, penurunan bulanan terbesar yang pernah tercatat. Ini memberi sinyal bahwa posisi beli pada swap gasoil dan bahan bakar jet (swap: kontrak turunan untuk menukar/menetapkan harga berdasarkan acuan tertentu) berpotensi makin menguntungkan karena Eropa harus membeli pasokan pengganti di pasar global. Keketatan juga terasa pada pasar yang penting untuk produksi industri, terutama nafta untuk sektor petrokimia Asia. Berkurangnya pengiriman LPG juga membuat harga propana melonjak, berdampak pada pengguna pemanas dan industri. Ini mendukung strategi derivatif (instrumen turunan: kontrak yang nilainya mengikuti harga aset acuan) pada pasar produk tertentu, misalnya posisi beli pada swap nafta terhadap Brent (memperdagangkan selisih harga nafta dibanding Brent), yang bisa memberi hasil besar. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.