Dolar Melemah saat Harga Minyak Turun dan Selera Risiko Kembali Meningkat

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026

    Poin-poin penting

    • USDX diperdagangkan di sekitar 99,26, turun -0,03%, melanjutkan pelemahan terbaru.
    • Turunnya harga minyak membantu meningkatkan minat mengambil risiko (risk appetite, yaitu keinginan investor membeli aset yang lebih berisiko demi potensi untung lebih besar), sehingga permintaan terhadap dolar sebagai aset aman berkurang.
    • Pasar kini fokus pada rapat Federal Reserve dan bank sentral global untuk arah kebijakan.

    Dolar AS melemah pada Rabu, mengurangi sebagian kenaikan “aset aman” (safe-haven, yaitu aset yang biasanya dibeli saat pasar takut/bergejolak) karena harga minyak turun dan sentimen pasar membaik menjelang pekan penting rapat bank sentral dunia.

    Indeks Dolar AS (US Dollar Index/USDX, ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) diperdagangkan di sekitar 99,26, turun -0,03%, menjadi penurunan tiga sesi berturut-turut. Pergerakan ini terjadi setelah reli kuat pekan lalu yang mendorong dolar ke level tertinggi 10 bulan, dipicu naiknya ketegangan geopolitik (risiko konflik antarnegara/wilayah) dan lonjakan harga energi.

    Namun, saat harga minyak berhenti naik dan turun tipis, pasar mulai kembali berani mengambil risiko, sehingga permintaan terhadap dolar menurun.

    Jika minyak terus stabil atau turun, dolar bisa tertekan dalam jangka pendek karena sentimen risiko membaik.

    Turunnya Minyak Mengurangi Kebutuhan Aset Aman

    Pendorong utama pelemahan dolar belakangan ini adalah turunnya harga minyak. Minyak mentah turun setelah otoritas Irak dan Kurdistan sepakat melanjutkan ekspor melalui pelabuhan Ceyhan di Turki, sehingga kekhawatiran pasokan berkurang.

    Meski minyak Brent masih di atas $100 per barel (Brent adalah patokan harga minyak global), berhentinya dorongan kenaikan sudah cukup mengubah posisi pelaku pasar untuk sementara.

    Harga minyak yang lebih rendah dapat menurunkan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan meringankan tekanan pada pertumbuhan ekonomi global, sehingga trader menjauh dari aset defensif seperti dolar AS.

    Jika minyak kembali naik, permintaan dolar sebagai aset aman bisa cepat kembali.

    Rapat Bank Sentral Jadi Perhatian Utama

    Pasar kini fokus pada serangkaian rapat bank sentral, dimulai dari Federal Reserve (bank sentral AS), lalu Bank Sentral Eropa, Bank of England (bank sentral Inggris), dan Bank of Japan (bank sentral Jepang).

    Semuanya diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi trader akan memperhatikan arahan kebijakan ke depan (forward guidance, yaitu petunjuk bank sentral tentang langkah berikutnya), terutama soal inflasi dan risiko pertumbuhan akibat konflik yang berlanjut di Timur Tengah.

    Pertanyaan utama bagi pembuat kebijakan adalah apakah guncangan energi (kenaikan/penurunan besar harga energi) akan lebih banyak memperlambat ekonomi atau memicu inflasi yang lebih lama.

    Nada yang lebih hawkish (cenderung lebih ketat/anti-inflasi, misalnya memberi sinyal suku bunga bisa tetap tinggi) dari bank sentral dapat menahan pelemahan dolar. Sebaliknya, pandangan yang hati-hati atau seimbang bisa mendukung aset berisiko dan menekan dolar.

    Analisis Teknikal

    USDX diperdagangkan di sekitar 99,26, sedikit lebih rendah pada sesi ini (-0,03%), karena reli pemulihan terbaru mulai kehilangan tenaga tepat di bawah level psikologis 100 (angka bulat yang sering jadi patokan psikologis pasar). Setelah memantul kuat dari level terendah 95,33, dolar masuk fase konsolidasi (bergerak mendatar dalam rentang tertentu), tanda pasar sedang menilai ulang arah pergerakan berikutnya.

    Secara teknikal, tenaga jangka pendek mulai melemah. Rata-rata bergerak 5 hari (99,52) (moving average, yaitu rata-rata harga untuk melihat arah tren) mulai turun, sementara 10 hari (99,17) berada sedikit di bawah harga saat ini dan menjadi dukungan (support, area harga yang sering menahan penurunan) terdekat.

    Rata-rata 20 hari (98,58) dan 30 hari (98,08) masih mengarah naik, menandakan struktur pemulihan yang lebih besar masih ada meski saat ini pasar sedang jeda.

    Dukungan terdekat terlihat di sekitar 99,00–99,10. Jika turun menembus area ini, potensi penurunan bisa menuju 98,50, sejalan dengan rata-rata 20 hari.

    Di sisi atas, hambatan (resistance, area yang sering menahan kenaikan) berada di 100,30–100,70, wilayah yang berulang kali menahan upaya naik dan masih jadi penghalang utama untuk kenaikan lanjutan.

    Secara umum, USDX tampak bergerak mendatar di bawah hambatan besar, dengan kecenderungan umum masih positif setelah pemulihan dari level terendah Februari.

    Namun, jika gagal kembali ke level 100, pergerakan bisa tetap mendatar atau turun tipis, terutama bila pemicu makro—seperti perubahan perkiraan suku bunga—mulai menekan kekuatan dolar.

    Hal yang Perlu Dipantau Trader Berikutnya

    Dolar kini berada di persimpangan antara risiko geopolitik dan membaiknya sentimen. Faktor utama yang perlu dipantau:

    • Pergerakan harga minyak, terutama apakah Brent bertahan di atas $100
    • Hasil dan arahan dari rapat bank sentral utama
    • Perkembangan konflik Timur Tengah
    • Pergerakan pasangan mata uang USDJPY dan EURUSD (nilai tukar dolar vs yen, dan euro vs dolar)

    Untuk saat ini, pelemahan dolar tampaknya lebih sebagai reaksi atas turunnya harga minyak, bukan pembalikan tren penuh. Arah berikutnya tetap bergantung pada perkembangan risiko geopolitik dan kondisi ekonomi makro.

    Pelajari lebih lanjut tentang trading Indeks (kumpulan aset yang dihitung jadi satu angka, misalnya indeks saham) di VT Markets hari ini.

    FAQ

    Mengapa Dolar AS Turun Hari Ini?

    Dolar AS melemah karena harga minyak turun, sehingga kebutuhan terhadap aset aman berkurang dan investor kembali ke aset yang lebih berisiko menjelang keputusan bank sentral.

    Apa Penyebab Dolar AS Melemah Saat Ini?

    Kombinasi harga minyak yang lebih rendah, sentimen pasar yang membaik, dan penyesuaian posisi menjelang rapat bank sentral menekan dolar dalam jangka pendek.

    Apakah Dolar Masih Dalam Tren Naik?

    Ya, tren yang lebih besar masih didukung risiko geopolitik dan permintaan aset aman sebelumnya. Namun, pelemahan saat ini menunjukkan koreksi jangka pendek atau fase konsolidasi (pergerakan mendatar setelah naik/turun).

    Bagaimana Harga Minyak Mempengaruhi Dolar AS?

    Kenaikan harga minyak sering mendukung dolar karena statusnya sebagai aset aman dan karena AS mengekspor energi lebih banyak daripada mengimpor (net energy exporter). Saat minyak turun, dukungan ini melemah dan dolar bisa turun.

    Mengapa Yen Menguat Terhadap Dolar?

    Yen menguat karena sentimen risiko membaik dan USDJPY menjauh dari level 160, area yang membuat pasar memperkirakan kemungkinan intervensi (tindakan otoritas/ bank sentral masuk pasar untuk memengaruhi nilai tukar) dari pemerintah Jepang.

    Mengapa Euro Naik Terhadap Dolar?

    Euro menguat menjelang rapat Bank Sentral Eropa, karena trader menyiapkan posisi untuk arahan kebijakan dan kemungkinan perubahan pandangan soal inflasi.

    Apa yang Diharapkan Pasar dari Federal Reserve?

    Pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve mempertahankan suku bunga, tetapi fokus pada arahan ke depan terkait inflasi dan kemungkinan penurunan suku bunga berikutnya.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code