Risiko Timur Tengah Dan Permintaan Aset Aman
Perkembangan Timur Tengah juga dipantau karena dampaknya pada permintaan **safe haven** (aset “tempat berlindung” saat pasar takut, misalnya Yen Jepang). BBC melaporkan kepala keamanan Iran Ali Larijani tewas dalam serangan udara Israel, dan kepala angkatan darat Iran Amir Hatami mengatakan Iran akan melancarkan balasan tegas. Pada grafik, AUD/JPY tetap di atas **100-day exponential moving average** (EMA 100 hari, rata-rata bergerak yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di dekat 106,40, dengan **RSI** (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kuat-lemahnya momentum) di kisaran awal 60-an. **Resistance** (level hambatan saat harga naik) berada di 113,70 dan 113,80, lalu 115,00, sedangkan **support** (level penahan saat harga turun) ada di 111,40, 110,15–110,35, dan 108,70. Kekhawatiran RBA tentang inflasi masuk akal, mengingat lonjakan biaya energi akibat konflik Timur Tengah. Situasi serupa pernah terjadi pada 2022 ketika konflik di Eropa Timur mendorong harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak) di atas $120 per barel, menunjukkan peristiwa geopolitik bisa cepat memicu inflasi. Riwayat ini mendukung keputusan RBA untuk bertindak sekarang, yang bisa membantu menopang Dolar Australia. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi risiko besar. Kematian pejabat keamanan Iran dan janji balasan mendorong permintaan aset aman ke Yen Jepang. Trader **derivatif** (produk turunan seperti opsi) dapat mempertimbangkan **hedging** (lindung nilai untuk mengurangi risiko) posisi beli AUD dengan **put** (opsi yang untung jika harga turun), karena konflik besar bisa cepat menghapus kenaikan terbaru.Katalis Utama: Data Pekerjaan Australia
Data ketenagakerjaan Australia pekan ini menjadi pemicu utama berikutnya. Tingkat pengangguran yang bertahan di 4,1% akan mengonfirmasi pasar tenaga kerja cukup kuat untuk menghadapi suku bunga yang lebih tinggi, sehingga RBA punya ruang lebih untuk menaikkan suku bunga. Angka ini masih rendah dibandingkan rata-rata historis, menandakan ekonomi tetap cukup kuat meski tekanan global meningkat sejak 2025. Dari sisi teknikal, momentum pasangan ini kuat, sehingga membeli **call options** (opsi yang untung jika harga naik) bisa menjadi strategi yang masuk akal. Dengan harga bertahan di atas EMA 100 hari dekat 106,40 dan RSI masih di bawah area **overbought** (kondisi “terlalu banyak dibeli”, sering dianggap rawan koreksi), masih ada peluang naik. Tembus jelas di atas resistance 113,80 bisa membuka jalan menuju 115,00, level **psikologis** (angka bulat yang sering jadi perhatian pelaku pasar). Untuk manajemen risiko, level 111,40 menjadi lantai awal untuk tren naik saat ini. Penurunan di bawah support ini bisa menjadi sinyal untuk memperketat **stop** (batas kerugian otomatis) atau mengurangi eksposur beli. Level paling penting untuk dipantau adalah 108,70, karena turun di bawahnya dapat merusak struktur tren naik yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.