Reaksi Pasar Dan Batasan The Fed
Laporan itu menambahkan bahwa harga energi yang lebih tinggi sudah memperketat kondisi keuangan (pinjaman lebih mahal, sentimen investasi melemah), dengan saham turun dan dolar AS menguat. Dikatakan bahwa pengetatan tambahan oleh The Fed dapat memperparah dampak ini, menurunkan nilai aset (misalnya saham dan obligasi), dan menekan konsumsi rumah tangga berpendapatan tinggi. Pasar telah “memasang harga” (mencerminkan dalam harga aset) kenaikan inflasi sekitar 0,9 poin persentase sejak serangan pertama ke Iran, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang hanya sedikit berubah dan tetap dekat batas bawah kisaran dua tahun terakhir. Tulisan itu menyebut konflik ini tidak diperkirakan memengaruhi rapat The Fed berikutnya, karena suku bunga memang sudah direncanakan tetap di level saat ini. Koreksi pada 18 Maret pukul 12:47 GMT menyatakan Quaedvlieg bekerja di ABN AMRO Bank, bukan ING. Artikel tersebut menyebut dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau oleh editor.Implikasi Untuk Trader Dan Volatilitas
Kuncinya adalah memantau ekspektasi inflasi, yang dikhawatirkan The Fed bisa “lepas jangkar” (menjadi tidak stabil dan terus naik). Namun, ukuran pasar jangka panjang tetap stabil, dengan tingkat ekspektasi inflasi “5-year, 5-year forward” (perkiraan inflasi rata-rata untuk periode 5 tahun yang dimulai 5 tahun dari sekarang) bertahan di sekitar 2,3%, yang menunjukkan pasar menilai lonjakan ini sementara. Ini memberi bank sentral alasan untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan inflasi utama (headline inflation: angka inflasi total) dan menunggu data tambahan. Untuk trader derivatif (instrumen turunan seperti futures dan opsi), ini memberi sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga yang sudah tercermin di bagian depan kurva (front end of the curve: jatuh tempo pendek pada struktur suku bunga) kemungkinan terlalu tinggi. Pasar futures Fed Funds (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga kebijakan The Fed) mengisyaratkan peluang sekitar 40% untuk kenaikan 25 basis poin (basis poin: 0,01%; jadi 25 bp = 0,25%) pada rapat Juni, yang terlihat berlebihan mengingat risiko terhadap pertumbuhan. Ini bisa membuka peluang seperti menjual call out-of-the-money (opsi beli dengan harga pelaksanaan di atas harga saat ini, sehingga peluang dieksekusi lebih kecil) atau membangun put spread (strategi opsi jual dengan dua harga pelaksanaan untuk membatasi risiko dan biaya) pada futures SOFR (futures berbasis SOFR, yaitu acuan suku bunga jangka pendek di AS) untuk bertaruh bahwa kebijakan tidak akan menjadi terlalu “hawkish” (hawkish: cenderung menaikkan suku bunga/mengetatkan kebijakan demi melawan inflasi). Volatilitas (tingkat naik-turun harga) di pasar suku bunga, yang tercermin dalam indeks MOVE (indeks yang mengukur volatilitas tersirat obligasi AS), juga melonjak ke level yang tidak terlihat sejak tahun lalu. Jika The Fed berhasil menyampaikan pendekatan sabar dan menunggu data pada rapat berikutnya, volatilitas ini berpotensi turun. Posisi short-volatility (strategi yang diuntungkan saat volatilitas turun, misalnya menjual opsi) bisa menjadi menarik saat pasar memahami bahwa bank sentral tidak otomatis akan menaikkan suku bunga. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.