Sinyal Bank of Canada
BoC mempertahankan suku bunga acuannya (benchmark rate—suku bunga utama yang menjadi patokan biaya pinjaman di ekonomi) tetap di 2,25%, sama seperti sejak Oktober. Gubernur Tiff Macklem mengatakan suku bunga bisa naik jika biaya energi memicu inflasi yang bertahan lama, atau turun jika harga energi jatuh dan ekonomi melemah. Macklem menyoroti ketidakpastian terkait kebijakan dagang AS dan risiko geopolitik, serta mengatakan perang AS-Israel dengan Iran mendorong harga minyak naik dan bisa menaikkan inflasi dalam waktu dekat. Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak perang terhadap pertumbuhan Kanada, dan mencatat harga minyak yang lebih tinggi bisa meningkatkan pendapatan ekspor energi namun juga menaikkan biaya bagi konsumen. Perhatian beralih ke The Fed, dengan suku bunga diperkirakan tetap di 3,50%–3,75% untuk pertemuan kedua berturut-turut. Pasar memantau SEP (Summary of Economic Projections—ringkasan proyeksi ekonomi), dot plot (grafik titik proyeksi suku bunga oleh para pejabat), dan konferensi pers Jerome Powell. Dilihat dari kondisi 2025, perbedaan utama saat ini adalah arah kebijakan bank sentral mulai mendekat. Kesenjangan suku bunga yang lebar antara Federal Reserve dan Bank of Canada (BoC), yang mendominasi sebagian besar tahun lalu, kini menyempit. Kini perlu bersiap untuk situasi baru ketika BoC bisa terdorong bertindak lebih dulu daripada The Fed. Nada keras BoC soal inflasi pada 2025 kini banyak melunak karena data terbaru. Laporan inflasi Kanada Februari 2026 menunjukkan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen—ukuran kenaikan rata-rata harga barang dan jasa) melambat ke 2,9%, di bawah perkiraan umum 3,1% dan menandai penurunan besar dari puncak tahun lalu. Ini memberi BoC alasan untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih cepat guna mendukung ekonomi yang lesu.Geopolitik Dan Perbedaan Arah Kebijakan
Risiko geopolitik dari perang AS-Israel dengan Iran, yang sebelumnya dikhawatirkan membuat harga minyak dan inflasi tetap tinggi, juga lebih stabil untuk sementara. Dengan minyak WTI (West Texas Intermediate—patokan harga minyak AS) bertahan di kisaran sekitar $81 per barel, ancaman lonjakan besar harga energi sudah mereda dibanding level genting pada 2025. Ini mengurangi alasan BoC untuk bersikap ketat (hawkish—cenderung menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi), sehingga mereka bisa lebih fokus pada pertumbuhan dalam negeri. Sebaliknya, Federal Reserve kini menghadapi inflasi yang lebih sulit turun daripada perkiraan akhir tahun lalu. Data CPI AS terbaru menunjukkan inflasi bertahan di 3,2%, sehingga ekspektasi pasar untuk waktu pemangkasan suku bunga pertama menjadi mundur. Jeda dari The Fed, sementara BoC makin condong melonggarkan kebijakan (dovish—cenderung menurunkan suku bunga untuk mendukung ekonomi), menciptakan perbedaan arah yang bisa dimanfaatkan untuk strategi perdagangan. Dengan kondisi ini, strategi yang diuntungkan dari Dolar AS yang lebih kuat dibanding Dolar Kanada dalam beberapa minggu ke depan patut dipertimbangkan. Membeli opsi beli (call options—kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) USD/CAD dengan jatuh tempo tiga hingga enam bulan memberi cara dengan risiko terbatas untuk mendapat untung dari perbedaan kebijakan ini. Posisi ini dapat naik nilainya jika The Fed terpaksa menahan suku bunga tetap sementara BoC memberi sinyal jelas akan memangkas suku bunga.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.