Setelah GDP mengecewakan, NZD/USD turun 1,25%, menembus EMA 200 hari, dan menetap di sekitar 0,5790

    by VT Markets
    /
    Mar 19, 2026
    NZD/USD turun sekitar 1,25% pada hari Rabu, sempat menyentuh EMA 200-hari (rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari, yaitu rata-rata harga yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru) sebelum turun ke sekitar 0,5790. Penurunan ini melanjutkan pelemahan dari puncak awal Februari dekat 0,6090 dan untuk pertama kalinya sejak pertengahan Januari bergerak di bawah rata-rata pergerakan harian 50 hari dan 200 hari (garis rata-rata harga 50/200 hari untuk melihat arah tren). PDB (Produk Domestik Bruto, ukuran total kegiatan ekonomi) Selandia Baru kuartal 4 naik 0,2% dibanding kuartal sebelumnya, di bawah perkiraan 0,4% dan proyeksi RBNZ (Reserve Bank of New Zealand / bank sentral Selandia Baru) 0,5%. Pertumbuhan tahunan 1,3% dibanding perkiraan 1,7%, dan data kuartal 3 direvisi menjadi 0,9% dari 1,1%.

    Pertumbuhan Selandia Baru dan Prospek RBNZ

    Sektor konstruksi menekan hasil produksi, sementara pertanian dan layanan terkait pariwisata naik. RBNZ akan rapat lagi pada 8 April, dengan OCR (Official Cash Rate, suku bunga acuan bank sentral) di 2,25%. Di AS, Federal Reserve (bank sentral AS) menahan suku bunga dan mempertahankan proyeksi satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Perkiraan inflasi inti 2026 (inflasi tanpa komponen yang bergejolak seperti makanan dan energi) naik menjadi 2,7% dari 2,5%, dan PPI utama (Producer Price Index, indeks harga dari sisi produsen) tercatat 0,7% bulan-ke-bulan dibanding perkiraan 0,3%. NZD/USD berada di sekitar 0,5788, dengan resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) dekat 0,5860 dan 0,5920. Support (area harga yang sering menahan penurunan) berada di 0,5765–0,5770 dekat EMA 200-hari, lalu sekitar 0,5700. NZD dapat dipengaruhi oleh ekonomi China, harga produk susu (komoditas ekspor utama Selandia Baru), pengaturan suku bunga, serta data Selandia Baru seperti pertumbuhan, pengangguran, dan keyakinan (confidence, ukuran sentimen pelaku ekonomi). NZD sering menguat saat pasar “risk-on” (pelaku pasar berani mengambil risiko dan membeli aset berisiko) dan melemah saat pasar tertekan.

    Melihat Kembali Satu Tahun

    Kami mengingat periode yang sama tahun lalu pada 2025, ketika pasangan NZD/USD turun tajam setelah data PDB kuartal empat jauh lebih buruk dari perkiraan. Data ekonomi yang lemah itu memberi alasan bagi RBNZ untuk bersikap hati-hati, sementara Fed AS tetap hawkish (cenderung ketat, biasanya mendukung suku bunga lebih tinggi). Situasi ini menekan pasangan tersebut turun menuju rata-rata pergerakan 200 hari. Gambaran hari ini berbeda jika melihat data terbaru. Angka PDB kuartal empat 2025 Selandia Baru, yang dirilis kemarin, menunjukkan ekonomi hanya menyusut 0,1%, lebih baik dari perkiraan penurunan 0,3% dan menunjukkan daya tahan. Ini berbanding terbalik dengan data setahun lalu yang mengecewakan. Kekuatan ini membuat RBNZ punya ruang yang kecil untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga, dengan pembuat kebijakan mempertahankan Official Cash Rate di 5,5% pada Februari 2026 karena inflasi domestik yang masih tinggi. Sementara itu, Federal Reserve AS melakukan pemangkasan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin (bps, 1 bps = 0,01% sehingga 25 bps = 0,25%) pada Januari 2026 saat inflasi mereda. Selisih suku bunga ini kini menjadi pendorong bagi dolar Kiwi (sebutan untuk dolar Selandia Baru). Mendukung pandangan ini, faktor dasar (fundamental, faktor ekonomi nyata seperti perdagangan dan inflasi) untuk Kiwi membaik. Harga produk susu, ekspor utama Selandia Baru, menguat, dengan indeks Global Dairy Trade naik 2,8% pada lelang pertama Maret 2026. Selain itu, data terbaru dari China, mitra dagang terbesar Selandia Baru, menunjukkan ekonominya mulai stabil. Dengan latar ini, kondisi teknikal bearish (bearish, mengarah turun) yang terlihat pada Maret 2025 tidak lagi berlaku. Pasangan ini diperdagangkan dengan nyaman di atas 0,6100, dan tidak seperti tahun lalu, rata-rata pergerakan kini mengarah naik. Bagi trader (pelaku jual-beli jangka pendek), ini menunjukkan strategi membeli saat harga turun (buy on dips) dibanding menjual saat harga naik (sell into rallies). Karena itu, pelemahan NZD/USD menuju rata-rata pergerakan 50 hari, yang saat ini dekat 0,6110, bisa dilihat sebagai peluang beli. Kami menilai penggunaan call options (opsi beli, alat derivatif yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) adalah cara yang hati-hati untuk mendapatkan potensi kenaikan sambil membatasi risiko jika pasar berbalik. Melihat strike (harga kesepakatan opsi) di sekitar level 0,6250 untuk jatuh tempo April bisa memberi perbandingan risiko dan hasil (risk-to-reward) yang menarik.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code