Reaksi Pasar Dan Penggerak Utama (poin-poin penting)
Setelah rilis data, NZD/USD (nilai Dolar Selandia Baru terhadap Dolar AS) diperdagangkan di 0,5789, turun 1,20% pada hari itu. Dolar Selandia Baru dipengaruhi kondisi ekonomi Selandia Baru dan kebijakan Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ). Kinerja ekonomi China juga bisa memengaruhi mata uang ini karena China adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru. Harga produk susu bisa memengaruhi mata uang karena produk susu adalah ekspor utama Selandia Baru. RBNZ menargetkan inflasi (kenaikan harga umum) 1% sampai 3% dalam jangka menengah, dengan fokus dekat 2%. Perubahan suku bunga RBNZ dapat memengaruhi imbal hasil obligasi (bond yield, yaitu tingkat keuntungan dari obligasi) dan nilai mata uang. Selisih suku bunga dengan bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) juga bisa memengaruhi NZD/USD. Sentimen risiko global (risk sentiment, yaitu seberapa berani pelaku pasar mengambil risiko) juga dapat menggerakkan NZD; mata uang ini sering melemah saat pasar bergejolak atau saat ketidakpastian ekonomi meningkat.Prospek Trading Dan Strategi
Data PDB terbaru menunjukkan ekonomi Selandia Baru melambat, tumbuh jauh lebih pelan dari perkiraan. Selisih besar dari ekspektasi ini menjadi sinyal bearish (mengarah ke potensi turun) untuk Dolar Selandia Baru. Karena itu, perlu bersiap menghadapi tekanan turun lanjutan pada mata uang ini dalam beberapa minggu ke depan. Pertumbuhan yang lemah ini membuat RBNZ berada dalam posisi sulit, karena inflasi akhir tahun lalu masih tinggi di 4,5%, jauh di atas target. Bank sentral tidak mudah menurunkan suku bunga untuk mendorong ekonomi tanpa risiko inflasi naik lagi. Benturan kebijakan ini kemungkinan meningkatkan ketidakpastian pasar dan menekan dolar “Kiwi” (sebutan untuk Dolar Selandia Baru). Bagi trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset lain seperti mata uang), kondisi ini mengarah pada volatilitas (naik-turun harga) yang lebih tinggi. Data ini meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga tahun ini; pasar futures (kontrak untuk transaksi di masa depan) kini memperkirakan sikap yang lebih dovish (lebih condong melonggarkan kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga) dari RBNZ pada kuartal ketiga. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah yang diuntungkan dari pergerakan harga, seperti membeli opsi put NZD/USD (hak untuk menjual di harga tertentu) untuk melindungi nilai atau meraih untung jika penurunan berlanjut. Tekanan turun pada pasangan NZD/USD makin kuat karena dolar AS relatif kuat, sementara The Fed tampak tidak terburu-buru menurunkan suku bunganya. Selisih suku bunga yang melebar ini membuat memegang dolar AS lebih menarik dibanding dolar Selandia Baru. Penembusan di bawah level support 0,5800 (support adalah area harga yang sering menahan penurunan) membuka peluang penurunan lebih dalam. Faktor eksternal juga merugikan dolar Kiwi. Data terbaru dari China menunjukkan PMI manufaktur (Purchasing Managers’ Index, indikator aktivitas pabrik; angka di bawah 50 biasanya berarti aktivitas menyusut) berada dalam kondisi kontraksi selama lima bulan berturut-turut. Ini mengarah pada permintaan yang lebih lemah untuk ekspor Selandia Baru, sehingga prospek ekonomi makin tidak jelas. Satu hal yang sedikit mendukung adalah harga produk susu yang agak menguat, dengan indeks Global Dairy Trade naik sekitar 3% sejak awal tahun. Namun, ini belum cukup untuk menutupi sentimen negatif dari data PDB yang buruk dan pelemahan ekonomi China. Ini hanya faktor pendukung kecil dan tidak mengubah tren turun yang dominan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.