Prospek The Fed yang Lebih Ketat
Powell juga mengatakan kenaikan harga minyak yang terkait konflik Iran kemungkinan mendorong inflasi dalam jangka dekat. The Fed menyebut ada ketidakpastian dari perang Iran dan memperingatkan risiko inflasi bisa naik. Para pembuat kebijakan memberi sinyal pemangkasan suku bunga mungkin ditunda sampai ada bukti yang lebih jelas bahwa inflasi benar-benar mereda. Proyeksi masih menunjukkan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini dan satu lagi pada 2027, sesuai pandangan bulan Desember. Data harga produsen AS untuk Februari menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat. PPI utama (Producer Price Index/Indeks Harga Produsen, yaitu perubahan harga di tingkat produsen) naik 0,7% dibanding bulan sebelumnya, dibanding 0,5% pada Januari dan perkiraan 0,3%—kenaikan terbesar dalam tujuh bulan. PPI utama naik menjadi 3,4% dibanding setahun sebelumnya dari 2,9%, sementara PPI inti (core PPI, ukuran PPI tanpa komponen yang mudah bergejolak seperti energi dan makanan) naik menjadi 3,9% dari 3,5%. Pasar berikutnya fokus pada klaim pengangguran mingguan (weekly jobless claims, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran pertama kali setiap minggu).Kilas Balik ke 2025
Jika melihat kembali periode ini pada 2025, The Fed memberi sinyal sikap yang ketat dengan Indeks Dolar AS di sekitar 100. Setahun kemudian, indeks dolar kini diperdagangkan jauh lebih tinggi di sekitar 104, karena The Fed tidak jadi memangkas suku bunga seperti yang semula diproyeksikan pada 2025. Kekuatan ini terjadi setelah suku bunga acuan The Fed (Fed funds rate, suku bunga patokan untuk pinjaman antarbank) dinaikkan ke 4,00%–4,25% pada pertengahan 2025 untuk melawan inflasi yang bertahan. Kekhawatiran inflasi tahun lalu—sebagian dipicu konflik Iran yang kini lebih stabil—telah berubah. Walaupun Indeks Harga Konsumen terbaru (CPI/Consumer Price Index, ukuran inflasi di tingkat konsumen) untuk Februari 2026 menunjukkan turun ke 2,8% dibanding setahun sebelumnya, angka ini masih di atas target The Fed 2%. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian soal kapan pemangkasan suku bunga pertama, yang kini diperkirakan pasar pada kuartal ketiga. Yang membuat situasi makin rumit adalah pasar tenaga kerja yang tetap kuat, sehingga The Fed punya ruang untuk menahan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP, data penambahan pekerjaan di luar sektor pertanian) terbaru menunjukkan kenaikan 250.000 pekerjaan, melampaui perkiraan dan menandakan ekonomi masih kuat. Tingkat pengangguran juga tetap di 3,8%, menguatkan pandangan bahwa ekonomi masih sanggup menghadapi suku bunga tinggi lebih lama. Dengan latar ini, kita dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari dolar yang kuat tetapi kemungkinan bergerak dalam kisaran tertentu dalam beberapa minggu ke depan. Menjual put berjangka pendek (opsi put, kontrak yang memberi hak untuk menjual; menjualnya berarti menerima premi tetapi menanggung risiko) pada DXY atau pasangan mata uang seperti EUR/USD bisa menjadi opsi, karena data tenaga kerja yang kuat dapat menjadi “penopang” bagi dolar. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi valas cenderung turun, yang menunjukkan pasar memperkirakan kondisi relatif stabil sebelum pemicu besar berikutnya. Di pasar suku bunga, narasi “lebih tinggi lebih lama” menunjukkan kita perlu berhati-hati terhadap taruhan besar bahwa pemangkasan suku bunga akan segera terjadi. Ini terlihat pada Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan pasar terhadap suku bunga The Fed), di mana peluang pemangkasan suku bunga pada rapat Mei 2026 turun di bawah 20%. Ini berarti posisi derivatif (instrumen turunan, produk keuangan yang nilainya mengikuti aset/acuan lain) yang mengharapkan penurunan tajam suku bunga jangka pendek dalam enam hingga delapan minggu ke depan memiliki risiko besar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.