Di tengah kekhawatiran akan guncangan energi, pandangannya adalah bahwa penghindaran risiko mendorong penguatan dolar, kenaikan harga minyak dan imbal hasil; saham turun.

    by VT Markets
    /
    Mar 20, 2026
    Komentar politik tentang perang yang akan lebih cepat berakhir dan tidak menargetkan lokasi energi sempat menenangkan suasana risiko di pasar. Namun ketenangan itu cepat hilang. Sikap menghindari risiko (risk aversion, yaitu investor memilih aset yang lebih aman) kembali muncul, mendorong naik Dolar AS, harga minyak mentah, dan imbal hasil obligasi (bond yields, yaitu persentase keuntungan dari obligasi). Sementara itu, saham berada di bawah tekanan. Dengan tidak adanya rilis data penting, perhatian pasar tertuju pada komentar dari pembicara Federal Reserve (bank sentral AS). Perkiraan suku bunga bergeser lebih tinggi, karena perkiraan pemangkasan suku bunga AS dalam 12 bulan ke depan sudah “hilang” dari harga pasar (priced out, artinya pasar tidak lagi menganggap skenario itu mungkin).

    Perbedaan Suku Bunga Mendorong Pergerakan Mata Uang

    Di ekonomi maju lain, pasar sudah memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Ini membuat perbedaan suku bunga (rate differentials, yaitu selisih suku bunga antarnegara) tetap menjadi pendorong utama pergerakan mata uang. Kesenjangan suku bunga antara AS dan ekonomi besar lain disebut menjaga indeks DXY (Dollar Index, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) tetap dalam kisaran 96,00–100,00. Namun, tekanan yang terkait guncangan energi (energy shock, yaitu lonjakan harga/masalah pasokan energi yang memukul ekonomi) disebut menggeser risiko Dolar AS ke arah penguatan, karena permintaan pendanaan dolar meningkat saat pasar keuangan tegang (dollar funding demand, yaitu kebutuhan memperoleh dolar untuk pembayaran/utang/transaksi saat kondisi sulit). Risiko penguatan dolar yang terlihat saat guncangan energi akhir 2025 masih menjadi faktor utama. Tekanan pasar dari periode itu belum sepenuhnya hilang, sehingga kondisi masih mendukung “greenback” (sebutan untuk Dolar AS). Ini menunjukkan penguatan dolar kemungkinan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Kini terlihat gelombang baru penghindaran risiko, mirip dengan tahun lalu. Minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS), setelah sempat mendekati US$110 per barel saat ketegangan Q4 2025 (kuartal 4), sekarang diperdagangkan di sekitar US$95 yang sulit turun, membuat pasar tetap tegang. Akibatnya, Indeks Dolar (DXY) sedang mendorong ke 100,50, menguji batas atas kisaran yang terlihat tahun lalu. Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code