Ekspektasi Kebijakan BoJ
Pasar juga menyoroti peluang Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) menaikkan suku bunga secepat pertemuan kebijakan bulan depan. Sekitar 16 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) kenaikan BoJ sudah diperhitungkan oleh pasar hingga rapat kebijakan April. Data upah menambah ekspektasi kebijakan yang lebih ketat (kebijakan moneter untuk menekan inflasi, biasanya lewat kenaikan suku bunga). Rengo (konfederasi serikat pekerja Jepang) melaporkan kenaikan gaji rata-rata 5,26%, dibanding angka awal tahun lalu 5,46%. Komponen gaji pokok naik menjadi 3,85%, sedikit di atas level tahun lalu. Ini tahun ketiga berturut-turut kenaikan upah di atas 5%.Sinyal Pasar Opsi
Kami melihat USD/JPY kesulitan menembus level 160,00, sehingga membatasi kenaikan. Batas ini diperkuat oleh dua risiko: intervensi mata uang langsung (pemerintah/bank sentral membeli atau menjual mata uang untuk mengubah kurs) dan meningkatnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ. Faktor-faktor ini membuat pasar waspada terhadap pembalikan arah yang tiba-tiba. Peringatan dari Wakil Menteri Atsushi Mimura tentang mengambil “semua langkah yang memungkinkan” perlu dianggap serius berdasarkan sejarah. Pada akhir 2022, Kementerian Keuangan menghabiskan lebih dari ¥9 triliun untuk mendukung yen lewat intervensi skala besar. Riwayat ini membuat area 160,00–162,00 berisiko bagi posisi “long” USD/JPY (posisi beli, berharap harga naik). Pasar opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) jelas memasukkan risiko ini dalam harga. Risk reversal (selisih harga opsi jual dan opsi beli sebagai ukuran bias pasar) satu bulan USD/JPY menunjukkan premi yang besar untuk put dibanding call. Put (opsi jual; untung jika harga turun) lebih mahal daripada call (opsi beli; untung jika harga naik), menandakan pelaku pasar melindungi diri dari penurunan tajam, bukan bertaruh pada kenaikan lanjutan. Menjual call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini) dengan strike di atas 161,00 bisa menjadi strategi untuk mengambil premi (pendapatan dari menjual opsi) dalam kondisi kenaikan yang terbatas. Data domestik yang kuat mendukung peluang kenaikan suku bunga lagi, mungkin secepat rapat April. Dengan kesepakatan upah Rengo yang menghasilkan kenaikan lebih dari 5% untuk tahun ketiga berturut-turut dan minyak Brent (patokan harga minyak global) bertahan di atas $95 per barel, tekanan inflasi dari impor (kenaikan harga karena barang impor lebih mahal) meningkat. Pasar saat ini memperhitungkan pengetatan sekitar 16 basis poin, sehingga kenaikan suku bunga cukup mungkin terjadi. Untuk beberapa minggu ke depan, strategi yang diuntungkan dari pergerakan dalam kisaran (harga naik-turun dalam rentang tertentu) atau potensi penurunan USD/JPY terlihat lebih bijak. Membuka posisi short lewat futures (kontrak berjangka; bertaruh harga turun) atau membeli put memberi cara langsung untuk mendapat keuntungan jika terjadi penurunan karena intervensi. Alternatifnya, menjual call spread (menjual call dan membeli call lain pada strike lebih tinggi untuk membatasi risiko) dapat menghasilkan pendapatan dengan bertaruh pasangan ini tetap di bawah level resistensi (area harga yang sulit ditembus) dekat puncak Juli 2024.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.