Pelemahan Dolar Dibanding Euro
Dalam kondisi ini, BNP Paribas memproyeksikan dolar AS akan terus melemah terhadap euro. Artikel ini mencatat bahwa isinya dibuat dengan alat kecerdasan buatan (AI, yaitu sistem komputer yang dapat menghasilkan teks) dan diperiksa oleh editor. Federal Reserve (bank sentral AS) tampaknya menahan suku bunga, setelah tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Ini menetapkan kisaran target saat ini 3,5%–3,75%, dan diperkirakan bertahan hingga akhir tahun. Kondisi ini mengurangi satu faktor besar bagi trader (pelaku jual-beli di pasar) dan mengalihkan fokus pasar ke tren ekonomi dasar. Indeks Harga Konsumen (CPI, ukuran perubahan harga barang/jasa yang dibayar konsumen) Februari berada di 3,1%, menegaskan inflasi tetap di atas target bank sentral. Namun, laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan penambahan 210.000 pekerjaan, sehingga The Fed terlihat lebih memprioritaskan mandat ketenagakerjaan (tujuan menjaga pasar kerja kuat). Mereka tampak bersedia menerima inflasi lebih tinggi agar pasar tenaga kerja tetap kuat. Kombinasi suku bunga yang stabil dan inflasi yang bertahan menekan imbal hasil riil dolar (real yield, yaitu imbal hasil setelah dikurangi inflasi), sehingga dolar kurang menarik. Kita sudah melihat pasangan EUR/USD (nilai tukar euro terhadap dolar AS) menguat dari 1,08 pada Januari ke sekitar 1,1150 saat ini. Penguatan bertahap ini diperkirakan menjadi tema utama ke depan.Implikasi Trading Untuk Eurusd
Untuk beberapa minggu ke depan, bersiap pada kenaikan EUR/USD yang berlanjut dan stabil terlihat masuk akal. Membeli opsi call (jenis kontrak opsi yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) euro jangka dekat bisa menjadi strategi untuk menangkap potensi kenaikan ini. Karena The Fed memberi sinyal jeda yang panjang, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dalam harga opsi) bisa tetap relatif rendah, sehingga opsi tersebut lebih murah. Melihat ke belakang, pergerakan pasar ini mirip pola pertengahan 2000-an. Saat itu, meski The Fed stabil, dolar tetap melemah karena pertumbuhan Eropa kuat dan arus modal (capital flows, perpindahan dana investasi antarnegara) berubah. Kita mungkin melihat dinamika serupa sekarang ketika keunggulan kinerja ekonomi AS dibanding dunia mulai menyempit.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.