Meskipun bangkit dari level terendah sejak awal tahun, prospek bearish perak masih berlanjut di tengah berita yang saling bertentangan mengenai ketegangan AS–Israel–Iran.

    by VT Markets
    /
    Mar 24, 2026
    Perak bangkit pada hari Senin setelah turun ke level terendah sejak awal tahun dalam perdagangan Asia. XAG/USD diperdagangkan di dekat $68,00 setelah sempat turun ke sekitar $61,01, level terlemah sejak Desember 2025. Pergerakan ini terjadi setelah Dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury; surat utang pemerintah AS) melemah, usai Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran. Ia mengatakan serangan ke pembangkit listrik Iran ditunda lima hari, tergantung hasil pembicaraan. Pejabat Iran mengatakan tidak ada perundingan dengan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan sikapnya soal Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak) dan syarat untuk mengakhiri perang tidak berubah, dan Teheran belum menanggapi pesan yang disampaikan negara lain, menurut IRNA. Secara teknikal, perak masih berada di bawah SMA 50 hari (rata-rata harga 50 hari) di $86,20 dan SMA 100 hari (rata-rata harga 100 hari) di sekitar $73,80, sehingga arah jangka pendek masih cenderung turun (bearish; harga berpotensi melemah). SMA 200 hari (rata-rata harga 200 hari) berada di sekitar $57,60 dan masih mengarah naik. RSI (Relative Strength Index; indikator untuk melihat apakah harga sudah terlalu banyak turun/naik) berada di sekitar 34 dan di bawah 50, sementara MACD (Moving Average Convergence Divergence; indikator momentum/perubahan arah) masih di bawah garis sinyalnya dan berada di wilayah negatif. Hambatan kenaikan (resistance; area harga yang sulit ditembus ke atas) berada di sekitar $73,80, lalu $78,00–$80,00, dengan $86,20 sebagai level berikutnya. Penopang harga (support; area harga yang biasanya menahan penurunan) ada di $61,01, lalu $57,60. Jika turun menembus $57,60, pergerakan bisa berlanjut menuju $50,00. Karena perak diperdagangkan jauh di bawah rata-rata pergerakan 50 dan 100 hari, arah jangka pendek yang paling mudah adalah turun. Tekanan jual terlihat besar, dengan ETF perak utama (Exchange-Traded Fund; produk investasi yang diperdagangkan seperti saham dan biasanya mengikuti harga aset) mencatat arus keluar bersih (net outflows; dana/posisi investor keluar lebih banyak daripada masuk) lebih dari 15 juta ounce hanya bulan ini. Bagi trader, ini memperkuat skenario bearish, sehingga setiap kenaikan menuju $73,80 bisa menjadi peluang untuk membuka posisi short baru (short; posisi yang untung jika harga turun). Permintaan industri, salah satu penopang utama perak, juga terlihat melemah, menambah tekanan. Data terbaru dari Global PV Institute menunjukkan penurunan 5% dibanding kuartal sebelumnya pada pemasangan panel surya untuk Q1 2026, menjadi penurunan kuartalan pertama sejak krisis energi 2024. Selain itu, data CPI AS (Consumer Price Index; indeks harga konsumen/inflasi) terbaru untuk Februari 2026 sedikit melandai, sehingga perak kurang menarik sebagai pelindung inflasi jangka pendek (inflation hedge; aset yang diharapkan nilainya bertahan saat harga-harga naik) dan mendukung Dolar AS. Dalam situasi geopolitik ini, volatilitas tersirat (implied volatility; perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi perak mencapai level tertinggi 12 bulan, dengan Cboe Silver ETF Volatility Index (VXSLV; indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga ETF perak) menembus 45. Ini membuat membeli put (opsi jual; kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya untung jika harga turun) dengan strike price (harga kesepakatan dalam kontrak opsi) dekat support $57,60 menjadi strategi menarik untuk memanfaatkan momentum turun dan ketidakpastian. Volatilitas tinggi membuat premi opsi (biaya untuk membeli opsi) mahal, tetapi potensi penurunan tajam jika konflik dengan Iran memburuk bisa memberi hasil besar. Namun, perlu diingat bagaimana pasar bereaksi pada konflik Ukraina 2022, ketika penurunan awal akibat rumor mereda cepat berbalik arah. SMA 200 hari yang naik menunjukkan tren naik jangka panjang masih bertahan, sehingga eskalasi besar bisa memicu short squeeze (lonjakan harga cepat karena banyak posisi short terpaksa ditutup). Karena itu, menggunakan bear put spread (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain untuk membatasi biaya sekaligus membatasi risiko) bisa lebih bijak, karena risiko lebih jelas sambil tetap berpeluang untung dari penurunan menuju kisaran $57,60 hingga $61,00.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code