Risiko Geopolitik Mendorong Permintaan Aset Aman
Teheran meningkatkan serangan ke negara-negara tetangga di Teluk dan mengeluarkan ancaman, dan Israel mengonfirmasi gelombang serangan kedua yang menargetkan infrastruktur di Teheran. Sebelumnya, Dolar AS melemah terhadap mata uang utama setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan alasan ada pembicaraan yang dinilai produktif dengan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada komunikasi dengan Washington. Pada Senin, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyatakan tidak ada perundingan, dan penasihat militer senior Mohsen Rezaei mengatakan konflik akan berlanjut sampai Iran menerima kompensasi penuh atas kerusakan. Trader menunggu data kilat S&P Global US PMI untuk Maret pada Selasa. Survei ZEW Swiss – Ekspektasi untuk Maret dan Buletin Kuartalan SNB kuartal 1 dijadwalkan pada Rabu. (PMI adalah indeks aktivitas bisnis; versi “kilat” berarti rilis awal/perkiraan. SNB adalah bank sentral Swiss. Survei ZEW mengukur harapan pelaku pasar/ahli tentang ekonomi.)Perbedaan Kebijakan Bank Sentral Menjadi Fokus
Situasi sejak itu bergeser dari geopolitik ke fokus pada perbedaan kebijakan bank sentral. Sementara ketegangan di Teluk mereda dalam setahun terakhir, penggerak utama kini adalah perbedaan arah kebijakan Federal Reserve dan Swiss National Bank. Pasar kini lebih memantau data ekonomi daripada berita militer untuk petunjuk arah pasangan ini. (Federal Reserve/Fed adalah bank sentral AS.) Data terbaru menunjukkan inflasi AS mulai melemah, dengan CPI Februari 2026 sebesar 2,8%, sedikit di bawah perkiraan pasar. Ini meningkatkan pembicaraan bahwa Fed bisa memberi sinyal beralih ke pemotongan suku bunga pada kuartal ketiga. Pelonggaran kebijakan ini dapat menekan kekuatan dolar dalam jangka panjang. (CPI adalah indeks harga konsumen, ukuran inflasi.) Sebaliknya, Swiss National Bank masih khawatir terhadap ekonomi yang lambat dan inflasi rendah, yang terakhir hanya 0,5% dibanding setahun sebelumnya. SNB mengejutkan pasar dengan pemangkasan suku bunga 25 basis poin minggu lalu, menegaskan sikap “dovish” (lebih condong melonggarkan kebijakan) untuk mencegah franc menguat terlalu banyak. Ini membuat memegang franc kurang menarik dari sisi imbal hasil. (Basis poin: 25 bps = 0,25%. Imbal hasil: keuntungan dari bunga.) Untuk trader derivatif, kondisi ini berarti keunggulan imbal hasil USD mulai berkurang, tetapi SNB secara aktif berusaha melemahkan mata uangnya. (Derivatif adalah instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset lain.)Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.