Lee Hardman dari MUFG mengatakan bahwa meredanya ketegangan di Timur Tengah membuat dolar tetap tertekan, dengan indeksnya turun di bawah 100.

    by VT Markets
    /
    Mar 24, 2026
    Dolar AS tetap lemah setelah penurunan tajam yang terkait dengan meredanya ketegangan di Timur Tengah. **Indeks Dolar** (ukuran kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) kembali gagal naik melewati 100,00 dan turun ke 98,880. Presiden Trump menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran setidaknya lima hari untuk memberi waktu negosiasi. Sebelumnya, Iran mengancam serangan lanjutan pada lokasi energi di Timur Tengah.

    Pelemahan Dolar dan Risiko Timur Tengah

    Fokus pasar tetap pada apakah arus energi bisa kembali normal melalui **Selat Hormuz** (jalur laut sempit yang sangat penting untuk pengiriman minyak dan gas). Rute ini digambarkan praktis tertutup, yang bisa meningkatkan risiko **guncangan harga energi** (kenaikan harga energi yang mendadak dan besar) jika berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pasar **valuta asing** (pasar tukar mata uang antarnegara) bisa tetap bergejolak selama konflik dan gangguan pasokan berlanjut. **Gejolak harga** (pergerakan harga yang naik-turun tajam) meningkat lebih besar pada mata uang **pasar berkembang** (negara dengan ekonomi yang sedang tumbuh) dibanding **G10** (kelompok 10 mata uang utama dari negara maju). **Pengukur gejolak** JPMorgan untuk mata uang pasar berkembang selama satu bulan berada di level tertinggi sejak April lalu, setelah pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Presiden Trump. Gejolak mata uang G10 masih jauh di bawah level April lalu.

    Pertimbangan Posisi dan Lindung Nilai

    Tahun lalu, keputusan Presiden Trump untuk menunda aksi militer terhadap Iran sementara waktu mengurangi **premi risiko** dolar (tambahan “nilai” dolar saat investor mencari aset aman karena ketidakpastian). Saat ini premi serupa kembali terbentuk karena kekhawatiran **rantai pasok** (alur produksi dan pengiriman barang) dan ketegangan diplomatik di Asia. Perkembangan positif yang mendadak bisa memicu aksi jual dolar dengan cepat. Hal terpenting adalah risiko terhadap pasokan energi. Meski isu tertentu itu sempat mereda, gangguan terbaru di jalur pelayaran penting lain sudah mendorong **Brent** (patokan harga minyak global) naik 4% bulan ini hingga di atas $91 per barel. Ini menunjukkan risiko guncangan harga energi bagi ekonomi dunia selalu ada. Kita bisa memperkirakan pasar valuta asing tetap bergejolak, sehingga **derivatif** (instrumen keuangan berbasis nilai aset lain, misalnya opsi) dapat memberi perlindungan. Kita melihat bagaimana ukuran JPMorgan untuk gejolak mata uang pasar berkembang melonjak jauh lebih tinggi dibanding G10 saat krisis. Trader dapat mempertimbangkan membeli **opsi** (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) pada mata uang pasar berkembang, karena cenderung bereaksi berlebihan terhadap berita geopolitik dibanding mata uang utama. Sementara gejolak mata uang G10 masih di bawah puncak setelah pengumuman tarif “Liberation Day” April lalu, trennya naik perlahan. Mengingat dolar sedang kuat, membeli **opsi put out-of-the-money** pada indeks dolar (opsi untuk menjual; “out-of-the-money” berarti harga patokan opsi masih jauh dari harga pasar saat ini, biasanya lebih murah) bisa menjadi **lindung nilai** (cara mengurangi risiko kerugian) yang lebih hemat biaya. Ini membantu portofolio siap menghadapi pembalikan tajam bila ketegangan geopolitik tiba-tiba mereda.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code