Risiko Terhadap Struktur Petrodolar
Bank itu mengatakan konflik dapat membebani perlindungan yang didukung AS untuk infrastruktur Teluk dan rute laut yang dipakai untuk pengiriman minyak. Bank itu menambahkan bahwa kerusakan pada ekonomi negara-negara Teluk dapat mendorong penjualan simpanan aset asing (cadangan yang ditempatkan pada aset di luar negeri, misalnya obligasi atau saham asing). Bank itu mencatat laporan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz mungkin diizinkan lewat dengan imbalan pembayaran minyak dalam yuan (mata uang Tiongkok). Bank itu mengatakan hal ini bisa mendukung pergeseran dari penggunaan petrodolar menuju penggunaan yuan dalam perdagangan minyak. Artikel itu mengatakan dibuat dengan alat Kecerdasan Buatan/AI (teknologi komputer yang meniru kemampuan analisis manusia) dan ditinjau oleh editor.Penempatan Portofolio Dan Lindung Nilai Pasar
Tekanan ini sudah terbentuk bahkan sebelum eskalasi yang terjadi sepanjang 2025. Data kuartal pertama 2026 menunjukkan perdagangan minyak non-dolar, terutama dalam yuan, kini mencakup lebih dari 20% volume global, naik tajam dari 12% pada awal tahun lalu. Tren ini makin cepat karena sebagian besar minyak Timur Tengah kini mengalir ke Asia, bukan ke AS. Untuk beberapa minggu ke depan, kita perlu mempertimbangkan posisi untuk menghadapi volatilitas mata uang (naik-turun nilai tukar yang tajam), khususnya pada pasangan USD/CNY (kurs Dolar AS terhadap yuan). Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) berjangka panjang terhadap dolar dibanding sekeranjang mata uang Asia (gabungan beberapa mata uang sebagai pembanding) dapat menjadi lindung nilai (hedge: langkah untuk mengurangi risiko kerugian) yang efektif terhadap perubahan struktural ini. Indeks volatilitas mata uang VIX untuk yuan (ukuran perkiraan gejolak yang tersirat dari harga opsi) sudah naik 5% bulan ini, menandakan pasar mulai memasukkan risiko ini ke harga. Tantangan langsung terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz tetap menjadi faktor penting bagi harga minyak. Kita perlu mempertimbangkan membeli opsi call out-of-the-money (kontrak hak beli, dengan harga pelaksanaan yang masih di luar/kurang menguntungkan pada harga saat ini) pada kontrak berjangka minyak Brent (sejenis kontrak untuk membeli/menjual minyak Brent di masa depan) untuk melindungi dari guncangan pasokan mendadak. Strategi ini masuk akal mengingat lonjakan harga 10% yang terjadi saat gangguan pengiriman pada kuartal terakhir 2025. Dunia yang semakin mandiri dalam pertahanan dan energi kemungkinan akan menyimpan cadangan USD (simpanan resmi dalam Dolar AS) lebih sedikit. Laporan terbaru Februari 2026 menunjukkan beberapa bank sentral terus menambah kepemilikan emas dengan mengurangi obligasi pemerintah AS/U.S. Treasuries (surat utang pemerintah AS) selama enam bulan berturut-turut. Ini menunjukkan kita perlu mengantisipasi volatilitas yang lebih besar pada suku bunga AS, sehingga opsi pada kontrak berjangka Treasury (kontrak opsi atas kontrak berjangka obligasi pemerintah AS) bisa menjadi pilihan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.