Sterling turun 0,16% seiring kenaikan harga minyak dan imbal hasil AS mengangkat dolar; GBP/USD bertahan di sekitar 1,3400 setelah 1,3445

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    Pound Sterling turun 0,16% pada Selasa saat Dolar AS menguat. Pergerakan ini terjadi setelah harga energi naik lagi dan imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury) meningkat. Pasar tidak memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga pada 2026. GBP/USD diperdagangkan di 1,3400 setelah mencapai tertinggi harian 1,3445.

    Kekuatan Dolar Menekan Sterling

    Pound melemah terhadap dolar yang tetap kuat, dan tren ini kemungkinan berlanjut dalam waktu dekat. Pendorong utamanya adalah ekonomi AS yang kuat dan Federal Reserve yang tidak memberi sinyal akan melonggarkan kebijakan (easing, yaitu membuat suku bunga/aturan kredit lebih longgar). Pasar sudah sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, sehingga berbeda jelas dengan arah kebijakan bank sentral lain. Kekuatan dolar ini didukung data yang terlihat bulan ini. Imbal hasil US Treasury 10 tahun telah menembus 4,75%, level yang tidak terlihat lebih dari setahun, sehingga aset berbasis dolar jadi lebih menarik. Sementara itu, minyak mentah WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) diperdagangkan stabil di atas $95 per barel, yang biasanya mendukung dolar AS. Dengan tekanan turun pada GBP/USD, kami mempertimbangkan membeli opsi put pada pasangan ini. Opsi put adalah kontrak (derivatif, yaitu instrumen turunan dari harga aset) yang untung jika harga turun. Harga strike (strike price, yaitu harga patokan dalam kontrak opsi) di sekitar 1,3250 atau bahkan 1,3100 terlihat menarik untuk kontrak yang berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Melihat kembali volatilitas tajam (volatility, yaitu besar-kecilnya naik turun harga) pada paruh kedua 2025, volatilitas tersirat saat ini (implied volatility, yaitu perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada pound terlihat rendah. Indeks Volatilitas Pound Inggris Cboe (BPVIX, ukuran perkiraan volatilitas GBP) saat ini berada di sekitar 8,5, yang bisa berarti risiko pergerakan besar belum sepenuhnya dihitung. Ini menunjukkan strategi long volatility (strategi yang diuntungkan jika volatilitas naik) bisa efektif jika ada pemicu.

    Data Inggris dan Pertimbangan Lindung Nilai

    Dari sisi Inggris, data terbaru menunjukkan inflasi turun lebih cepat dari perkiraan, dengan angka terbaru Februari di 2,8%. Ini menambah tekanan pada Bank of England (bank sentral Inggris) untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga akhir tahun ini, berlawanan dengan sikap The Fed yang tetap ketat. Kesenjangan kebijakan yang makin besar ini adalah alasan utama kelemahan pound. Untuk portofolio yang memiliki eksposur (paparan risiko) ke aset atau pendapatan Inggris, ini saat penting untuk meninjau strategi lindung nilai (hedging, yaitu melindungi nilai dari risiko perubahan harga/kurs). Menggunakan futures mata uang (kontrak berjangka, yaitu perjanjian membeli/menjual di masa depan pada harga tertentu) atau kontrak forward (kontrak harga di muka, mirip futures tetapi biasanya lebih fleksibel/OTC) untuk mengunci kurs di dekat 1,3400 dapat memberi perlindungan jika turun lagi. Ini membantu mengurangi risiko pound turun menuju area 1,3000.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code