Setelah menguji SMA 20-hari di dekat 158,10 pada hari Senin, USD/JPY rebound menuju 159,00, menargetkan 160,00.

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    USD/JPY melanjutkan kenaikan pada hari Selasa setelah menguji Simple Moving Average (SMA) 20 hari di 158,10 pada hari Senin. Pasangan ini naik menuju 159,00 dan menguat lebih dari 0,14%. Tren yang lebih luas masih naik, meski pembalikan pada hari Senin meningkatkan kemungkinan pergerakan menuju titik terendah acuan (pivot low) 5 Maret di 156,45. Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator untuk mengukur kekuatan momentum naik/turun, bergerak naik dan berada di atas level netral 50.

    Target Kenaikan Dan Momentum

    Jika USD/JPY ditutup di atas 159,00, pasangan ini bisa menguji 159,50 lalu 160,00. Kemungkinan intervensi (campur tangan) dari otoritas Jepang dapat membatasi pergerakan dan membuat harga bergerak dalam kisaran (range trading), yaitu naik-turun di area tertentu tanpa tren jelas. Area dukungan (support), yaitu zona harga yang sering menahan penurunan, pertama terlihat di SMA 20 hari pada 158,10. Jika itu ditembus, level yang perlu diperhatikan adalah 157,50, 157,00, titik terendah 5 Maret di 156,45, dan SMA 100 hari di 156,20. Saat ini, selisih suku bunga (interest rate differential), yaitu perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang yang memengaruhi arus dana, tetap menjadi faktor utama. Bank Sentral AS (Federal Reserve) menahan suku bunga, sementara Bank of Japan baru mulai perlahan meninggalkan kebijakan ultra-longgar (suku bunga sangat rendah dan dukungan besar ke pasar). Data inflasi Februari 2026 dari AS menunjukkan angka inti (core), yaitu inflasi tanpa komponen yang mudah bergejolak seperti makanan dan energi, sebesar 3,3% yang masih kuat, sehingga penurunan suku bunga belum dekat. Tekanan dasar ini kembali mendorong USD/JPY naik, dan saat ini diperdagangkan di sekitar 158,50.

    Strategi Opsi Untuk Beberapa Pekan Ke Depan

    Untuk beberapa pekan ke depan, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call, yaitu kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu, dengan harga strike (harga patokan dalam kontrak) 159,50 dan 160,00, dengan jatuh tempo (expiration) akhir April 2026. Strategi ini memungkinkan ikut potensi kenaikan sambil membatasi risiko, jika pejabat Jepang melakukan intervensi lagi. Ingatan atas intervensi sebelumnya membuat volatilitas tersirat (implied volatility), yaitu perkiraan pasar atas naik-turunnya harga yang tercermin pada harga opsi, tetap agak tinggi, sehingga opsi bisa menjadi cara yang lebih aman untuk menyatakan pandangan bullish (perkiraan naik). Sebaliknya, perlindungan terhadap intervensi mendadak juga perlu. Membeli opsi put, yaitu kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, dengan strike 157,00 dapat menjadi lindung nilai (hedge), yaitu pelindung risiko, untuk posisi buy (long) yang sudah ada. Mengingat Kementerian Keuangan pernah menghabiskan lebih dari ¥9 triliun untuk intervensi di masa lalu, trader sebaiknya tidak lengah saat mendekati level psikologis 160,00.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code