CPI Inggris dan Ekspektasi BoE dalam Waktu Dekat
Karena sikap ini, reaksi harga terhadap rilis CPI bisa singkat. Setelah itu GBP/USD bisa lebih mengikuti pergerakan Dolar AS dan berita geopolitik yang lebih luas. Pembicaraan diplomatik dilaporkan membahas mekanisme gencatan senjata satu bulan antara AS dan Iran. Berita ini mendukung sentimen risk-on (minat pasar untuk aset berisiko), sementara harga minyak yang lebih rendah mengurangi kekhawatiran inflasi dan membantu menurunkan imbal hasil (yield, yaitu tingkat pengembalian) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Yield yang lebih rendah melemahkan Dolar AS dan mendukung GBP/USD, tetapi kelanjutan kenaikannya terbatas. Trader menunggu pergerakan yang bertahan di atas SMA 200 hari sebelum mengharapkan kenaikan lanjutan dari level terendah sejak awal tahun (year-to-date low, yaitu titik terendah sejak awal tahun) yang tercapai awal bulan ini.Dari Kejutan Inflasi 2025 ke Tren Pendinginan 2026
Kondisinya kini berbalik, dengan pound diperdagangkan jauh lebih rendah di sekitar 1,2550. Data terbaru ONS menunjukkan CPI Inggris turun ke 2,5%, berbeda jauh dari puncak saat konflik 2025. Akibatnya, BoE tidak lagi memberi sinyal kenaikan, tetapi menahan suku bunga acuannya (bank rate, suku bunga utama bank sentral) tetap di 4,0%, dan pasar kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan pada paruh akhir tahun. Dengan perubahan ini, trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset lain seperti kurs) bisa mempertimbangkan menjual opsi call Sterling (call option, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) untuk menerima premi (premium, biaya yang diterima penjual opsi). Ini memanfaatkan pandangan bahwa kenaikan besar terbatas. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang tercermin dari harga opsi) jauh lebih rendah dibanding tahun lalu saat risiko geopolitik memuncak, sehingga strategi seperti bearish call spread (gabungan menjual call dan membeli call lain untuk membatasi risiko) menjadi cara berisiko-terukur untuk mengambil posisi pada pasar yang cenderung mendatar (konsolidasi). Strategi ini diuntungkan jika pasar bergerak mendatar atau turun sedikit. Berbeda dengan 2025 ketika dolar yang melemah membantu, dolar kini lebih kuat karena yield obligasi pemerintah AS 10 tahun tetap tinggi di sekitar 4,2%. Fokus pasar bergeser dari konflik Timur Tengah ke ketegangan dagang di Asia, yang biasanya mendukung dolar sebagai aset aman (safe haven, aset yang dicari saat risiko meningkat). Ini secara alami membatasi peluang pemulihan GBP/USD. Untuk yang memperkirakan volatilitas rendah, menjual short strangle (strategi opsi dengan menjual call dan put) dengan menulis opsi put dan call out-of-the-money (OTM, harga strike berada di luar harga pasar saat ini) bisa menjadi pilihan. Strategi ini untung jika GBP/USD tetap dalam rentang tertentu, yang masuk akal karena belum ada pemicu besar untuk menembus rentang. Trader perlu memantau data ekonomi berikutnya untuk melihat perubahan nada bank sentral. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.