Pada bulan Maret, pengajuan hipotek MBA AS naik sedikit, membaik dari minus 10,9% menjadi minus 10,5%

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    Aplikasi hipotek (KPR) MBA AS naik menjadi -10,5% dari -10,9% pada 20 Maret. Data ini tetap menunjukkan bahwa jumlah pengajuan masih turun secara keseluruhan. Sedikit perbaikan pada pengajuan KPR, dari penurunan -10,9% menjadi -10,5%, bukan tanda pasar perumahan pulih. Ini lebih terlihat sebagai penurunan yang mulai melambat setelah sebelumnya jatuh tajam, artinya kelemahan mendasar masih ada. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga sementara (rally) pada saham-saham terkait perumahan kemungkinan akan menghadapi tekanan jual dalam beberapa minggu ke depan.

    Suku Bunga Masih Menentukan Keterjangkauan Rumah

    Data ini hampir tidak mengubah arah kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS), karena suku bunga tetap menjadi hambatan utama keterjangkauan rumah. Kontrak berjangka Fed funds (perkiraan pasar atas suku bunga acuan The Fed di masa depan) masih memperkirakan peluang sekitar 60% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin (1 basis poin = 0,01%, jadi 25 bp = 0,25%) pada Mei, dan laporan ini tidak cukup kuat untuk mengubah perhitungan itu. Karena itu, biaya pinjaman yang masih ketat kemungkinan terus menekan sektor perumahan. Statistik yang lebih luas menguatkan pandangan lemah ini: persediaan rumah secara nasional saat ini naik 18% dibanding setahun lalu (year-over-year/tahun ke tahun). Kenaikan pasokan ini, ditambah data terbaru S&P Case-Shiller (indeks yang mengukur perubahan harga rumah) yang menunjukkan penurunan harga rumah 0,7% dibanding setahun lalu, memperkuat pandangan negatif (bearish = cenderung memperkirakan harga turun). Kondisi ini menyulitkan pengembang perumahan (homebuilders = perusahaan pembangun/perumahan) dan industri terkait untuk benar-benar membaik. Pola seperti ini pernah terjadi, terutama pada musim gugur 2025 ketika kenaikan kecil dalam jumlah pengajuan hanya menjadi jeda sebelum saham pengembang perumahan turun lagi. Riwayat itu menunjukkan data sekarang perlu disikapi sangat hati-hati. Ini lebih mungkin stabil sementara dalam tren turun yang lebih besar, bukan awal pembalikan arah. Karena volatilitas tersirat (implied volatility = perkiraan besarnya naik-turun harga di masa depan yang tercermin dalam harga opsi) pada ETF pengembang perumahan seperti XHB sedang tinggi, membeli put (opsi jual = kontrak yang nilainya naik jika harga aset turun) menjadi strategi yang mahal. Pendekatan yang lebih efektif adalah menjual call credit spread out-of-the-money (strategi opsi: menjual opsi beli/call pada harga strike lebih tinggi dari harga sekarang, lalu membeli call lain lebih tinggi lagi untuk membatasi risiko; untung jika ETF bergerak mendatar atau turun). Ini memungkinkan kita menerima premi (uang yang diterima dari menjual opsi) sambil bertaruh bahwa kenaikan besar tidak akan terjadi, sesuai dengan data ini.

    Bank Regional Menghadapi Hambatan dari Hipotek

    Bagi trader yang melihat sektor keuangan, dampaknya untuk bank regional yang tercermin dalam ETF KRE juga negatif. Kelemahan berkelanjutan dalam origination hipotek (origination = proses menerbitkan/menyalurkan KPR baru) akan menekan laba mereka. Kami menilai memulai put debit spread pada KRE (strategi opsi: membeli put lalu menjual put lain pada strike lebih rendah; biayanya dibayar di awal/debit dan risikonya terukur) memberi cara berisiko terbatas untuk bersiap terhadap penurunan lanjutan di sektor tersebut.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code