Lee Sue Ann dari UOB mengatakan keputusan bulat Bank of England untuk mempertahankan suku bunga di 3,75% menopang poundsterling karena risiko inflasi masih berlanjut.

    by VT Markets
    /
    Mar 25, 2026
    Bank of England menahan Bank Rate di 3,75% dan keputusan ini bulat 9–0. UOB kini memperkirakan GBP Repo Rate tetap di 3,75% hingga 4Q26, sehingga menghapus perkiraan sebelumnya tentang tiga kali penurunan suku bunga pada 2026. *(Repo rate = suku bunga pinjaman jangka pendek dengan jaminan surat berharga, yang dipakai bank sentral untuk mengatur biaya uang.)* Sikap BoE bergeser dari rencana pelonggaran menjadi lebih waspada terhadap risiko inflasi. BoE menyatakan kenaikan suku bunga bisa dipertimbangkan jika tekanan inflasi berlanjut. Dalam Monetary Policy Summary dan Minutes, BoE menyatakan siap bertindak agar inflasi CPI tetap menuju target 2% dalam jangka menengah. *(CPI/Consumer Prices Index = indeks yang mengukur rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga.)* BoE juga mencatat bahwa penurunan inflasi (disinflasi = inflasi yang masih naik tetapi lajunya melambat) sudah berlangsung sebelum konflik, tetapi guncangan baru diperkirakan akan mendorong inflasi lebih tinggi dalam waktu dekat. BoE memperingatkan bahwa dampak putaran kedua (second-round effects = ketika kenaikan biaya, misalnya energi, mendorong upah naik dan perusahaan menaikkan harga lagi sehingga inflasi menetap) dari upah dan penetapan harga makin mungkin terjadi jika harga energi tetap tinggi. Minutes menambahkan bahwa guncangan yang lebih besar atau lebih lama bisa memerlukan kebijakan yang lebih ketat (lebih restriktif = suku bunga lebih tinggi/likuiditas lebih ketat), sementara guncangan yang singkat atau pelonggaran ekonomi yang lebih besar (economic slack = kapasitas menganggur seperti pengangguran/produksi di bawah potensi) bisa mengarah ke kebijakan yang kurang ketat. Keputusan Bank of England menahan suku bunga di 3,75% dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan adalah perubahan besar dari perkiraan sebelumnya. Pasar sebelumnya memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada 2026, tetapi pandangan itu kini tidak berlaku. Perubahan ini diperkuat oleh laporan CPI Februari yang menunjukkan inflasi tetap sulit turun di 2,8%, sehingga tekanan pada bank sentral berlanjut. *(Sticky = sulit turun/bertahan tinggi.)* Sikap lebih “hawkish” (hawkish = cenderung menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) ini merupakan respons terhadap guncangan dari luar, terutama meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi global. Brent crude naik lebih dari 15% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di atas US$90 per barel, sehingga memicu kekhawatiran inflasi impor (imported inflation = kenaikan harga di dalam negeri karena barang/energi impor menjadi lebih mahal). BoE memberi sinyal akan memprioritaskan penanganan ini dibanding mendukung ekonomi yang hanya tumbuh 0,1% pada kuartal terakhir 2025. Bagi pedagang derivatif (derivatif = kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset acuan seperti suku bunga atau mata uang), ini berarti segera menutup posisi yang bertaruh suku bunga akan turun dalam jangka pendek hingga menengah. Terlihat penjualan besar pada short-sterling futures (kontrak berjangka suku bunga jangka pendek Inggris), dan imbal hasil (yield = tingkat keuntungan) gilt UK tenor 2 tahun sudah naik 25 basis poin (basis poin = 0,01%) mencerminkan kondisi baru. Pasar overnight index swap (OIS = kontrak swap yang mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek berbasis bunga semalam) kini menunjukkan hampir tidak ada peluang penurunan suku bunga sebelum 2027. Sikap kebijakan ini pada dasarnya mendukung Pound, karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi menarik modal internasional. Strategi opsi (options = kontrak hak beli/jual) kini lebih mendukung penguatan GBP, terutama terhadap mata uang dengan bank sentral yang lebih “dovish” (dovish = lebih cenderung menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan) seperti Euro atau Franc Swiss. Volatilitas tersirat (implied volatility = perkiraan pasar atas besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) pada GBP/USD naik ke level tertinggi tiga bulan, menandakan pedagang bersiap menghadapi pergerakan harga yang lebih besar.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code