Pendorong Makro Utama
Pergerakan harga minyak yang terkait perang Iran menambah ketidakpastian terhadap arah inflasi. Ini mendukung perkiraan bahwa RBA mungkin mempertahankan kebijakan moneter ketat (kebijakan yang menahan inflasi, biasanya lewat suku bunga tinggi), sementara Dolar AS tetap kuat karena sikap The Fed (bank sentral AS) yang berhati-hati dan kekhawatiran inflasi yang belum reda. Pada grafik 4 jam, pasangan ini tetap di bawah SMA periode 20 dan 100 (Simple Moving Average/rata-rata bergerak sederhana, indikator untuk melihat arah tren), dan keduanya menurun. RSI (Relative Strength Index, indikator untuk melihat kuat-lemahnya dorongan beli/jual) berada dekat 40, menandakan kecenderungan turun ringan, bukan tekanan jual yang kuat. Resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) berada di 0.6964 dan 0.6972. Support (area harga yang sering menahan penurunan) berada di 0.6959 dan 0.6944; tembus di bawah 0.6944 dianggap bisa memicu penurunan lanjutan. Kami melihat AUD/USD kesulitan bergerak karena tertahan di kisaran sempit saat faktor-faktor yang berlawanan menekan pasangan ini. Reserve Bank of Australia (RBA) ditekan untuk tetap hawkish (cenderung mendukung suku bunga tinggi) terutama karena Brent (patokan harga minyak) terus diperdagangkan di atas $105 per barel, yang diperkirakan dapat mendorong inflasi naik lagi. RBA menahan suku bunga acuannya (cash rate/suku bunga kebijakan) di 4,60% selama empat pertemuan terakhir, memberi sinyal ruang untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat terbatas.Pengaturan Strategi dan Volatilitas
CPI Australia Februari di 3,7% sempat memberi penurunan singkat, tetapi dianggap sementara karena biaya energi meningkat. Tekanan inflasi inti ini mendukung Dolar Australia dan menahan penurunan besar. Untuk saat ini, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga RBA sebelum kuartal III adalah nol. Di sisi lain, Dolar AS mendapat dukungan dari Federal Reserve yang berhati-hati. Data core PCE (Personal Consumption Expenditures inti, ukuran inflasi pilihan The Fed yang mengecualikan komponen yang mudah bergejolak) terbaru berada di 3,1%, masih di atas target 2% The Fed, sementara non-farm payrolls (lapangan kerja di luar sektor pertanian) Februari bertambah kuat 250.000 pekerjaan. Data ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak akan cepat menurunkan suku bunga, sehingga Greenback (istilah umum untuk Dolar AS) tetap kuat. Benturan faktor fundamental ini menunjukkan volatilitas (tingkat naik-turun harga) kemungkinan meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Kami menilai pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi, nilainya mengikuti aset acuan) bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika terjadi pergerakan besar (breakout/keluar dari kisaran). Membeli opsi put (opsi untuk mendapatkan keuntungan saat harga turun) dengan strike price (harga patokan opsi) di bawah level support 0.6944 dapat menjadi cara yang lebih hati-hati untuk bersiap pada skenario penurunan yang didorong penguatan Dolar AS yang berlanjut.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.