Emas naik hampir 2% seiring turunnya imbal hasil Treasury AS dan potensi negosiasi AS–Iran melemahkan harga minyak

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    Emas (XAU/USD) naik hampir 2% pada hari Rabu dan diperdagangkan di $4.556. Kontrak berjangka minyak turun setelah ada laporan kemungkinan pembicaraan AS–Iran untuk mengakhiri konflik yang dimulai hampir empat minggu lalu. AS mengirimkan proposal 15 poin (daftar 15 butir syarat/permintaan) kepada Iran, dengan pembicaraan yang bisa dimulai paling cepat Kamis di Pakistan atau Turki. Media Iran mengatakan proposal itu ditolak, sementara sumber lain mengatakan Iran akan memberikan tanggapan nanti pada hari Rabu.

    Dolar, Imbal Hasil, dan Emas

    Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) naik hampir 0,40% ke 99,55. Imbal hasil (yield, tingkat “bunga” yang didapat investor dari obligasi) US Treasury 10-tahun turun empat basis poin (basis poin = 0,01%) ke 4,328%, sehingga membantu emas. Lelang US Treasury 2-tahun yang lemah mendorong imbal hasil 2-tahun mendekati 3,936%. Harga impor AS naik 1,3% pada Februari, kenaikan terbesar sejak Maret 2022, dibanding perkiraan 0,5%, setelah kenaikan Januari 0,2%. Pasar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed (bank sentral AS) pada 2026 dan malah memperhitungkan pengetatan 4 basis poin (pengetatan = kenaikan suku bunga/kebijakan lebih ketat). Agenda Kamis mencakup Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS (Initial Jobless Claims, jumlah pengajuan tunjangan pengangguran baru) untuk pekan yang berakhir 21 Maret dan pidato dari Cook, Miran, Jefferson, Logan, dan Barr. Secara teknikal, emas bergerak dalam rentang (range-bound, naik-turun di area yang sama) di antara SMA (simple moving average, rata-rata harga dalam periode tertentu) 100-hari dan 200-hari, dengan dukungan (support, area harga yang sering menahan penurunan) dekat SMA 200-hari di $4.083. Level yang diperhatikan: $4.592, $4.600, $4.961, $4.500, $4.305, dan $4.098.

    Kekuatan yang Berlawanan untuk Emas Batangan

    Pasar saat ini ditarik ke dua arah, menciptakan kondisi yang tegang untuk emas. Kemungkinan pembicaraan damai antara AS dan Iran menekan peran emas sebagai safe haven (aset “tempat berlindung” saat pasar takut), sementara inflasi yang sulit turun (sticky inflation, inflasi yang bertahan tinggi) memberi dukungan kuat. Kondisi ini menunjukkan volatilitas (pergerakan harga yang cepat dan besar) bisa menjadi fokus utama dalam beberapa minggu ke depan. Inflasi yang tetap tinggi masih menjadi masalah utama, dengan data harga impor AS Februari menunjukkan lonjakan terbesar sejak Maret 2022. Data CPI (Consumer Price Index, ukuran inflasi berdasarkan harga barang/jasa) terbaru untuk Februari 2026 menegaskan tren ini, lebih tinggi dari perkiraan di 3,5% dan memicu dugaan bahwa upaya menekan inflasi masih jauh dari selesai. Akibatnya, trader sudah tidak lagi memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed pada 2026 dan kini menantikan pengetatan lanjutan. Penurunan tajam harga minyak terkait langsung dengan harapan meredanya ketegangan, yang sementara waktu memperbaiki selera risiko (risk appetite, minat mengambil aset berisiko) dan menjadi hambatan bagi emas batangan (bullion, emas fisik/batangan). Namun, Iran belum resmi menyetujui proposal apa pun, sehingga berita negatif bisa membuat minyak dan emas berbalik arah dengan cepat. Ini membuat posisi short langsung pada emas (short = bertaruh harga turun) sangat berisiko. Melihat kembali 2025, ada pola serupa: ketegangan geopolitik mereda, tetapi pembelian bank sentral yang terus terjadi memberi “lantai” yang kuat bagi harga emas (lantai = area yang menahan penurunan). Tren ini berlanjut, karena bank sentral di negara berkembang menambah cadangan (reserves, simpanan aset) secara besar pada kuartal terakhir 2025, mendukung gagasan bahwa penurunan harga akan dibeli. Riwayat ini menjadi alasan kuat untuk tidak berharap harga jatuh besar. Karena emas bergerak dalam rentang di antara rata-rata bergerak 100-hari dan 200-hari, strategi yang diuntungkan dari pergerakan mendatar (sideways, tidak jelas tren naik/turun) terlihat menarik. Trader bisa mempertimbangkan menjual volatilitas opsi (options volatility, perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang “tertanam” dalam harga opsi) lewat strategi seperti iron condor (strategi opsi yang mencari untung saat harga bertahan dalam rentang tertentu), dengan rentang perkiraan sekitar $4.100 sampai $4.600. Jika harga menembus level ini dengan tegas (decisive break, tembus jelas), itu sinyal untuk menutup posisi tersebut dan mengikuti tren baru. Pidato minggu ini dari beberapa pejabat The Fed akan penting bagi arah pasar. Dengan angka inflasi terakhir, kita perlu bersiap untuk komentar hawkish (hawkish, cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi), yang bisa menguatkan Dolar AS. Dolar yang lebih kuat bisa mendorong emas turun untuk menguji level rendah terbaru di sekitar $4.305. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code