WTI diperdagangkan di sekitar $86,85 pada jam perdagangan Asia, turun di bawah $87 setelah Trump mengisyaratkan negosiasi dengan Iran

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    WTI, patokan (acuan) minyak mentah AS, diperdagangkan dekat $86,85 pada jam perdagangan Asia hari Rabu. Harga melemah karena pembicaraan AS-Iran menumbuhkan harapan berkurangnya konflik di Timur Tengah, sementara pelaku pasar menunggu laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA, lembaga pemerintah AS yang merilis data energi resmi) yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa Presiden AS Donald Trump mengupayakan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Laporan itu muncul setelah Trump memerintahkan penundaan serangan ke pembangkit listrik Iran selama lima hari, usai pembicaraan dengan pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, yang menurutnya menghasilkan “poin-poin penting” kesepakatan.

    Pembicaraan AS-Iran Dan Reaksi Pasar

    Iran mengatakan lebih memilih bernegosiasi dengan Wakil Presiden JD Vance daripada utusan AS lainnya. Ini menambah ketidakpastian dalam pembahasan gencatan senjata (kesepakatan penghentian tembak-menembak sementara). Data persediaan AS juga menekan harga. American Petroleum Institute (API, lembaga industri yang merilis perkiraan data persediaan minyak) mengatakan persediaan minyak mentah AS naik 2,3 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Maret, setelah naik 6,6 juta barel pada pekan sebelumnya, dibanding perkiraan penurunan 1,3 juta barel.

    Volatilitas Persediaan Dan Pendekatan Trading

    Berbeda dengan kenaikan pasokan yang terlihat pada Maret 2025, data persediaan saat ini mengarah ke pasar yang lebih ketat. Untuk pekan yang berakhir 20 Maret 2026, EIA baru saja melaporkan penurunan persediaan minyak mentah (draw, artinya stok berkurang) mengejutkan sebesar 2,1 juta barel, sementara analis memperkirakan kenaikan kecil. Penurunan ini, ditambah cadangan minyak strategis AS (strategic petroleum reserves, stok minyak darurat milik pemerintah) yang masih dekat level terendah 40 tahun di sekitar 365 juta barel, menunjukkan ada penopang harga yang lebih kuat. Perubahan dari kondisi yang menekan harga pada 2025 menjadi kondisi yang lebih mendukung kenaikan dan tidak pasti saat ini mengisyaratkan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi) kemungkinan naik. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call (call options, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) atau bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko) untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga sambil membatasi risiko. Momentum naik saat ini juga menunjukkan bahwa menjual put yang jauh dari harga pasar (out-of-the-money puts, opsi jual dengan harga pelaksanaan yang masih jauh sehingga kemungkinan dieksekusi kecil) bisa menjadi strategi untuk mengumpulkan premi (premium, biaya yang diterima/dibayar saat transaksi opsi). Ke depan, kunci utamanya adalah memantau tanda pelanggaran terhadap kesepakatan Iran 2025. Eskalasi apa pun kemungkinan mendorong harga naik lebih cepat daripada data persediaan mampu menekannya. Karena itu, posisi sebaiknya disusun agar bisa mendapat untung dari pergerakan naik yang mendadak dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code