Menjelang CPI Inggris, para bullish Sterling ragu-ragu saat pembeli GBP/USD mulai muncul, namun tetap tertahan oleh SMA 200-hari

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    GBP/USD naik 0,10% pada sesi Asia hari Rabu dan diperdagangkan di sekitar 1,3420–1,3425. Pembeli masih hati-hati karena pasangan ini tertahan di dekat Simple Moving Average (SMA) 200 hari (rata-rata harga selama 200 hari terakhir, sering dipakai untuk melihat arah tren). Kantor Statistik Nasional Inggris (Office for National Statistics/ONS) akan merilis Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Februari pada 07:00 GMT (waktu Greenwich). Ini terjadi setelah Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga paling cepat April, terkait risiko inflasi (kenaikan harga) yang terhubung dengan perang Iran.

    Uk Cpi And Near Term Boe Expectations

    Karena sikap ini, reaksi harga terhadap rilis CPI bisa hanya sebentar. Setelah itu, GBP/USD bisa mengikuti pergerakan Dolar AS dan berita geopolitik yang lebih luas. Ada laporan tentang pembicaraan diplomatik mengenai mekanisme gencatan senjata satu bulan antara AS dan Iran. Berita ini mendukung sentimen risiko (minat pasar untuk mengambil aset berisiko), sementara harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi dan membantu menurunkan imbal hasil (yield/tingkat hasil) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Yield yang lebih rendah melemahkan Dolar AS dan mendukung GBP/USD, tetapi kelanjutan pembelian masih terbatas. Trader memantau pergerakan yang bertahan di atas SMA 200 hari sebelum mengharapkan kenaikan lebih lanjut dari level terendah sejak awal tahun (year-to-date/YTD) yang tercetak awal bulan ini.

    From 2025 Inflation Shock To 2026 Cooling Trend

    Situasinya kini berbalik, dengan pound diperdagangkan jauh lebih rendah di sekitar 1,2550. Data terbaru dari ONS menunjukkan CPI Inggris turun ke 2,5%, sangat berbeda dibanding puncak saat konflik 2025. Karena itu, BoE tidak lagi memberi sinyal kenaikan, tetapi menahan suku bunga acuannya (bank rate/suku bunga utama) tetap di 4,0%, dan pasar kini memperkirakan (pricing in/sudah memperhitungkan dalam harga) kemungkinan pemangkasan di akhir tahun. Dengan perubahan ini, trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan menjual opsi call Sterling (hak untuk membeli GBP pada harga tertentu) untuk menerima premi (biaya yang diterima penjual opsi), dengan pandangan bahwa potensi kenaikan besar terbatas. Volatilitas tersirat (implied volatility/perkiraan naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) jauh lebih rendah dibanding tahun lalu saat risiko geopolitik memuncak, sehingga strategi seperti bearish call spread (gabungan opsi untuk membatasi risiko, umumnya menjual call dan membeli call lain di harga lebih tinggi) menjadi cara berisiko terukur untuk bersiap menghadapi pergerakan datar. Pendekatan ini diuntungkan jika pasar bergerak mendatar atau sedikit turun. Berbeda dari 2025 saat dolar yang lebih lemah membantu, dolar kini lebih kuat karena yield US Treasury 10-tahun yang solid di sekitar 4,2%. Fokus pasar bergeser dari konflik Timur Tengah ke ketegangan perdagangan di Asia, yang biasanya menguntungkan dolar sebagai aset aman (safe haven/aset yang dicari saat ketidakpastian). Ini secara alami membatasi upaya pemulihan GBP/USD. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code