ONS melaporkan inflasi CPI tahunan Inggris tetap di 3,0% pada Februari, sesuai perkiraan dan laju Januari

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    CPI utama (Indeks Harga Konsumen; ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) Inggris naik 3,0% dibanding tahun sebelumnya pada Februari, tidak berubah dari Januari, menurut ONS (Office for National Statistics; badan statistik resmi Inggris). Angka ini sesuai perkiraan pasar dan tetap di atas target Bank of England (bank sentral Inggris) sebesar 2,0%. CPI inti (inflasi tanpa komponen yang cenderung bergejolak seperti energi dan makanan) naik 3,2% dibanding tahun sebelumnya, dari 3,1% pada Januari dan di atas perkiraan 3,1%. CPI bulanan (perubahan harga dibanding bulan sebelumnya) sebesar 0,4% pada Februari versus -0,5% pada Januari, sesuai konsensus (rata-rata perkiraan analis).

    Reaksi Pasar Dan Waktu Rilis Data

    Setelah rilis, GBP/USD (nilai tukar Pound Inggris terhadap Dolar AS) turun 0,14% pada hari itu ke 1,3390. Sebelumnya, ONS dijadwalkan menerbitkan data pada 07:00 GMT (waktu Greenwich; patokan waktu internasional). Sebelum rilis, perkiraan menilai CPI utama 3,0% (tahun ke tahun) dan 0,4% (bulan ke bulan). CPI inti diperkirakan 3,1% (tahun ke tahun) dan 0,5% (bulan ke bulan), setelah sebelumnya -0,6%. MPC BoE (Monetary Policy Committee; komite penentu suku bunga) memilih 9-0 untuk mempertahankan bank rate (suku bunga acuan) di 3,75% setelah pemotongan 25 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%) pada Desember. BoE memproyeksikan CPI mendekati 3% pada Q2 (kuartal 2) dan 3,5% pada Q3, sementara implied rates (perkiraan suku bunga yang “tercermin” dari harga instrumen pasar) menunjukkan sedikit di atas 67 basis poin pengetatan (kenaikan suku bunga/pengetatan kebijakan) tahun ini. Level acuan GBP/USD yang disebutkan adalah 1,3200, 1,3010, 1,3495, 1,3574, dan 1,3868. Pembacaan teknikal merujuk RSI (Relative Strength Index; indikator momentum harga) di bawah 47 dan ADX (Average Directional Index; indikator kekuatan tren) dekat 30. Kami ingat pada periode yang sama tahun lalu ketika inflasi 3,0% yang sulit turun menjadi kekhawatiran utama, membuat Bank of England bersikap hawkish (cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Kondisinya kini berubah besar, dengan CPI utama terbaru untuk Februari 2026 berada di 2,1% (tahun ke tahun). Ini menegaskan tren disinflasi (laju inflasi melambat) yang kami pantau dan membawa inflasi lebih dekat ke target bank sentral.

    Dampak Pada Suku Bunga Dan Pound Sterling

    Perubahan ini mengubah pandangan soal suku bunga, berbeda dengan ekspektasi kenaikan suku bunga di awal 2025 ketika Bank Rate 3,75%. Dengan Bank Rate kini dipotong ke 3,00% dan data PDB/GDP (Produk Domestik Bruto; ukuran total nilai ekonomi) terbaru menunjukkan kontraksi kecil (ekonomi sedikit menyusut), pasar memperkirakan setidaknya satu pemotongan suku bunga lagi tahun ini. Ini berarti trader dapat mempertimbangkan posisi yang sejalan dengan sikap dovish (cenderung menurunkan suku bunga) lewat interest rate swaps (kontrak tukar arus pembayaran bunga) atau membeli futures SONIA (Sterling Overnight Index Average; patokan suku bunga semalam dalam pound yang dipakai untuk turunan, termasuk kontrak futures). Akibatnya, Pound Sterling tertekan, diperdagangkan dekat 1,2850 dibanding level 1,3390 pada periode yang sama tahun lalu. Peralihan dovish dari Bank of England membuat pound kurang menarik, terutama ketika bank sentral lain mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Untuk beberapa minggu ke depan, strategi seperti membeli opsi put GBP/USD (hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai saat mengantisipasi penurunan) atau menjual call spreads (strategi opsi yang membatasi potensi untung dan rugi) bisa dipakai untuk lindung nilai (mengurangi risiko) atau mendapat keuntungan dari potensi penurunan lebih lanjut. Walau arah turunnya suku bunga terlihat jelas, waktu keputusan Bank of England berikutnya menimbulkan ketidakpastian yang bisa memicu lonjakan volatilitas (naik-turun harga yang cepat) jangka pendek. Kami melihat implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi sterling naik menjelang rapat MPC terakhir, dan tren ini kemungkinan berlanjut hingga April. Trader bisa mempertimbangkan membeli straddle pada pasangan GBP (strategi membeli opsi call dan put sekaligus di harga yang sama) menjelang keputusan suku bunga berikutnya untuk memanfaatkan pergerakan pasar yang tajam.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code