Di tengah ketegangan AS–Israel-Iran, GBP/JPY bergerak mendatar, seiring para trader menantikan data inflasi Inggris dan risalah rapat BoJ

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    GBP/JPY bergerak dalam kisaran sempit pada hari Rabu, dengan pergerakan naik-turun yang tidak stabil terkait perubahan berita tentang perang AS–Israel dengan Iran. Saat penulisan, pasangan ini berada di dekat 213,00 dan naik untuk hari keempat. Pound mendapat dukungan kecil setelah data inflasi Inggris dari Office for National Statistics (ONS, lembaga statistik resmi Inggris). CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran perubahan harga barang dan jasa) naik 0,4% dari bulan ke bulan pada Februari, sesuai perkiraan, setelah turun 0,5% pada Januari.

    Inflasi UK Membuat BoE Tetap Jadi Sorotan

    CPI tahunan tidak berubah di 3%, sesuai perkiraan. Inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan makanan) naik menjadi 3,2% dari tahun ke tahun dari 3,1%. Inflasi masih di atas target 2% Bank of England (BoE, bank sentral Inggris), sehingga memengaruhi perkiraan suku bunga. Data ini dirilis sebelum kenaikan terbaru harga energi global, yang membuat pasar mengevaluasi ulang arah kebijakan. Laporan BHH menyebut kurva swap Inggris (swaps curve, gambaran perkiraan pasar terhadap suku bunga ke depan dari transaksi swap) menunjukkan sekitar 60 basis poin (basis points/bps, 1 bps = 0,01%) kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan. Sebelumnya, pasar lebih mengarah pada penurunan suku bunga. Yen menguat pada sesi Asia setelah risalah rapat Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) dirilis, lalu melemah lagi saat Pound menguat. Risalah tersebut mengatakan pejabat masih terbuka untuk kenaikan suku bunga jika inflasi sesuai proyeksi, sambil tetap berhati-hati dan berbasis data di tengah biaya impor yang lebih tinggi dan Yen yang lebih lemah.

    Selisih Suku Bunga Mendorong Carry Trade

    Selisih suku bunga tetap menjadi tema utama bagi trader. Setelah kenaikan pada 2025, suku bunga acuan BoE (Bank Rate) kini 5,75%, dan dengan data ONS terbaru yang menunjukkan inflasi UK masih tinggi di 2,6%, penurunan suku bunga diperkirakan baru terjadi menjelang akhir tahun ini. Ini memberi keuntungan imbal hasil (yield, hasil/pendapatan dari memegang mata uang) yang jelas untuk memegang Pound dibanding Yen. Sementara itu, BoJ bergerak hati-hati seperti yang terlihat pada risalah 2025, dengan suku bunga kebijakan saat ini hanya 0,25%. Data Tokyo Core CPI terbaru untuk Maret 2026 berada di 2,4%, menegaskan bahwa inflasi ada, tetapi pejabat tidak langsung memperketat kebijakan secara agresif. Selisih suku bunga yang lebar dan bertahan di atas 5% ini terus membuat carry trade (strategi meminjam di mata uang bersuku bunga rendah lalu membeli mata uang bersuku bunga tinggi untuk mengambil selisih) sangat menarik. Bagi trader derivatif (derivatives, instrumen “turunan” nilainya mengikuti aset lain seperti mata uang), situasi ini mendukung strategi yang memanfaatkan tren naik dan carry positif. Kami menilai membeli opsi call GBP/JPY (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan jatuh tempo tiga sampai enam bulan ke depan memberi cara jelas untuk mendapat untung jika penguatan berlanjut. Ini memungkinkan ikut menikmati kenaikan sambil membatasi risiko maksimum pada posisi. Kami juga perlu mempertimbangkan volatilitas (volatility, tingkat besar-kecilnya naik-turun harga), yang sudah mereda sejak gejolak geopolitik awal 2025 yang mendorong Cboe GBP Volatility Index (indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga GBP) di atas 12. Dengan indeks kini sekitar 9,5, menjual opsi call JPY out-of-the-money (OTM, harga strike-nya masih jauh sehingga kecil kemungkinan dieksekusi) terhadap posisi long GBP (long, posisi beli/diuntungkan saat harga naik) bisa menjadi cara untuk menambah pemasukan. Struktur opsi ini, disebut covered call (strategi menjual call sambil memegang aset dasarnya), diuntungkan oleh peluruhan premi (premium decay, nilai premi opsi yang turun seiring waktu) selama pasangan ini tidak melonjak tajam. Laporan Commitment of Traders terbaru dari CFTC (Commodity Futures Trading Commission, regulator pasar berjangka AS) menunjukkan posisi spekulatif net short pada Yen Jepang (net short, lebih banyak posisi jual daripada beli) masih dekat level tertinggi beberapa tahun. Posisi ini menunjukkan pasar masih banyak bertaruh melawan Yen, sehingga arah yang paling mudah untuk GBP/JPY tetap naik. Kami melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa tren utama masih bertahan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code